Usai gemuruh euforia berakhirnya paceklik trofi selama 30 tahun, John McGinn membocorkan rahasia di balik kemenangan telak 3-0 Aston Villa atas SC Freiburg di final Europa League.

Sebelum Unai Emery meramu taktik geniusnya untuk meraih gelar Europa League kelima yang memperpanjang rekor individunya, dan sebelum Youri Tielemans, Emiliano Buendía, serta Morgan Rogers mengoyak lini pertahanan wakil Bundesliga tersebut, ada sebuah ketukan pelan di pintu ruang ganti. Pangeran Wales masuk membawa aura berbeda.

Kunjungan Sang Pangeran

Berbicara kepada TNT Sports dengan medali juara yang melingkar bangga di lehernya, kapten Villa, John McGinn, mengungkapkan bahwa Pangeran William, yang dkenal sebagai fans berat Aston Villa, mengunjungi skuad hanya beberapa jam sebelum kick-off untuk memberikan suntikan motivasi secara personal.

Baca juga: Martinez Ungkap Rahasia Final Europa League: "Jari Saya Patah Saat Pemanasan"

"Dia pria yang sangat berkelas," ujar McGinn. "Dia berada di ruang ganti sebelum pertandingan, dan karena dia fans berat Villa, dia tidak akan mau melewatkan momen ini.

Sebagai pria asal Glasgow yang dikenal pragmatis dan jenaka, McGinn tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda protokol kerajaan setelah membantu Villa mengamankan trofi mayor pertama mereka sejak Piala Liga 1996, sekaligus trofi kontinental pertama sejak Piala Champions yang legendaris pada tahun 1982.

"Dia hanya pria biasa. Senang sekali mendapat dukungannya dan semoga terus berlanjut, dan malam ini dia bisa minum-minum bersama kami dan mungkin mengeluarkan kartu kreditnya di akhir malam!” serunya.

Dinasti Emery Kian Kokoh

Meski anggota keluarga kerajaan hadir di ruang ganti, Unai Emery tetaplah satu-satunya "raja" di pinggir lapangan. Sang juru taktik secara resmi telah mengubah Villa dari tim yang terancam degradasi di Premier League pada tahun 2022, menjadi mesin pemenang trofi Eropa yang kejam di tahun 2026 ini.

Pertandingan itu sendiri terasa seperti sebuah upacara penobatan sejak menit awal. Freiburg, yang tampil di final Eropa pertama mereka, sama sekali tidak mampu mengimbangi disiplin taktis dan transisi klinis dari tim asal Inggris tersebut.

“Ini adalah momen dan malam paling membanggakan dalam karier saya sejauh ini,” ucap McGinn.

“Saya akan mencoba menikmatinya. Saya suka berpesta kadang-kadang, tetapi malam ini saya akan mencoba bersantai, menikmati semuanya.

“Saya rasa, bagi saya, di usia 31 tahun, final Eropa pertama saya, saya menyaksikan teman-teman saya memenangkan trofi, Andy Robertson dan Jack Grealish, jadi sekarang giliran saya malam ini. Mungkin bukan trofi besar yang pernah mereka menangkan.

“Tetapi, bagi saya, ini sangat, sangat istimewa dan saya akan menghargai setiap menitnya.”

Baca juga: Usai Juara Europa League, Emery Desak Aston Villa Tatap Panggung Elite Eropa

Pangeran Wales kemudian mencurahkan kegembiraannya melalui akun X (Twitter) resminya: "Malam yang luar biasa!! Selamat sebesar-besarnya kepada semua pemain, tim, staf, dan semua orang yang terkait dengan klub! 44 tahun sejak terakhir kali merasakan trofi Eropa.”

Bagi Villa, kemenangan ini bukan sekadar tentang mengangkat trofi; ini adalah pernyataan tegas atas kebangkitan era modern mereka. Mereka telah mengamankan tiket Champions League untuk musim depan, namun malam ini, Istanbul sepenuhnya milik The Villans. Dan jika McGinn berhasil menagih janjinya, tagihan bar sang Pangeran dipastikan akan membengkak luar biasa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!