Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan bahwa timnya memiliki kewajiban moral untuk menuliskan lembaran penting dalam sejarah klub saat bersiap mengawali perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Nerazzurri bakal menghadapi ujian terberat pada laga pembuka fase liga melawan sang raksasa Spanyol, Real Madrid, di Stadion Santiago Bernabéu.
Laga ini terasa sangat emosional karena menjadi panggung reuni antara Chivu dan manajer Real Madrid, José Mourinho. Pada tahun 2010 silam, Chivu merupakan bek kiri andalan dalam skuad Inter asuhan Mourinho yang sukses mengukir sejarah treble winners legendaris, di mana partai final Liga Champions kala itu digelar di stadion yang sama.
Berbicara dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan, Chivu memberikan pujian hangat kepada mantan pelatihnya tersebut.
Bagi Chivu, Mourinho bukan sekadar lawan tangguh di area teknis, melainkan sosok yang memberikan dampak mendalam dalam kehidupan pribadinya.
"Kami memiliki kewajiban untuk menorehkan catatan penting dalam sejarah klub ini," ujar Chivu. "Dalam beberapa tahun terakhir, klub ini telah mencapai standar yang tinggi, dan kami harus kembali menorehkan catatan sejarah baru.
Baca juga: Mourinho Tak Acuh Soal Tekanan Bawa Real Madrid Juara Liga Champions
"Bagaimana perasaan saya di stadion ini? Stadion ini telah menjadi jauh lebih indah. Kini kondisinya jauh lebih modern, dan merupakan suatu kebahagiaan bagi siapa pun untuk memiliki kesempatan bermain di stadion ini.
"Mourinho adalah sosok istimewa bagi saya. Bertemu dengannya adalah sebuah keberuntungan. Dia membantu saya melewati masa-masa tersulit dalam hidup saya, dan saya tidak akan pernah melupakan hal itu."
Kendati menaruh rasa hormat yang begitu tinggi terhadap mentalitas juara milik Mourinho, Chivu menolak anggapan bahwa dirinya sekadar mengekor atau meniru gaya kepelatihan sang mentor.
Pelatih asal Rumania tersebut menegaskan bahwa dirinya membangun filosofi sepak bola sendiri yang didasarkan pada pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih tim muda.
Baca juga: Chivu Akui Inter Nyaris Tergelincir di Kandang Cagliari
"Saya tidak pernah meniru siapa pun," jelasnya. "Saya memiliki gagasan sendiri tentang sepak bola, yang terbentuk saat saya masih menjadi pemain dan selama bertahun-tahun berkecimpung di sektor pembinaan pemain muda—masa ketika saya berkesempatan bereksperimen dengan berbagai hal yang kini sangat membantu saya."
Chivu menyadari besarnya tantangan yang menanti di ibu kota Spanyol, mengingat Inter sudah enam dekade tidak pernah meraih kemenangan di markas Real Madrid. Namun, ia memastikan Nerazzurri tidak akan mengorbankan identitas permainan mereka demi tampil bertahan secara pasif.
"Bermain di Bernabéu tidak pernah mudah bagi tim mana pun, dan Inter belum pernah menang di sini selama 60 tahun," ujar Chivu.
Baca juga: Gol Cepat Çalhanoğlu Bawa Inter Milan Menang Tipis 1-0 atas Cagliari
"Kami akan melakukan yang terbaik tanpa mengubah siapa diri kami. Kami ingin tampil dominan, menunjukkan perkembangan tim, dan membuktikan bahwa kami mampu bersaing."
Dengan ambisi besar untuk melangkah jauh di kompetisi Eropa, Chivu meminta anak asuhnya fokus penuh pada potensi tim saat ini tanpa terbayang-bayang nostalgia masa lalu. Bagi sang pelatih, laga kontra Real Madrid adalah momentum sempurna untuk membuktikan keberanian dan kematangan mentalitas bertanding skuad Nerazzurri.