Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Manajer Real Madrid, Jose Mourinho, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan tekanan tambahan untuk menjuarai Liga Champions pada periode keduanya menukangi Los Blancos. Pernyataan tersebut dilontarkan sang pelatih jelang laga pembuka fase grup yang penuh beban emosional melawan juara Serie A, Inter Milan, di Santiago Bernabeu.
Laga ini menjadi panggung kembalinya Mourinho ke kompetisi elite Eropa bersama Real Madrid, sekaligus reuni dengan klub yang pernah dibawanya mengukir sejarah treble winners pada 2010 silam. Namun, pelatih asal Portugal tersebut menepis anggapan bahwa ia memiliki utang trofi Eropa yang belum tuntas dari periode pertamanya di ibu kota Spanyol.
Berbicara dalam sesi konferensi pers di Valdebebas, Mourinho menegaskan bahwa perjalanan kariernya di masa lalu tidak memiliki keterkaitan langsung dengan misi yang diusungnya saat ini.
Baca juga: Mourinho Rela Nonton MLS Demi Messi: "Pemain Yang Akan Selalu Kita Rindukan"
Menurutnya, konteks Real Madrid saat ini sudah sangat jauh berbeda dibandingkan ketika ia pertama kali datang lebih dari sedekad lalu.
“Di Real Madrid, ada dua periode yang berbeda. Saya menyelesaikan tugas saya di sini pada tahun 2013. Kami meraih apa yang kami raih, dan kami mengalami kekalahan di saat-saat tertentu. Kami telah memberikan segalanya, namun itu adalah babak yang sudah usai,” kata Mourinho.
Mourinho mengingatkan bahwa ketika ia tiba di Madrid pada 2010, klub sedang kesulitan menembus babak perempat final Liga Champions. Kini, El Real telah mengoleksi berbagai gelar Eropa dalam sedekad terakhir, yang membuat dinamika dan tuntutan tim berada di level berbeda.
Kendati demikian, pelatih beralias The Special One itu tidak menampik bahwa gairahnya untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar bersama Real Madrid tetap membara. Ia hanya menolak jika ambisi tersebut dicampuradukkan dengan beban kegagalan di masa lalu.
Jika Anda bertanya apakah saya bersemangat untuk memenangkan Liga Champions bersama Real Madrid, tentu saja ya,” tegas Mourinho.
Baca juga: Real Madrid Lumat Malaga 4-0 dan Mantapkan Puncak Klasemen
“Namun hal itu sepenuhnya terpisah dari konteks kegagalan mencapainya di masa lalu.”
Laga kontra Inter Milan juga menjadi momentum penting bagi Real Madrid untuk segera bangkit usai menelan kekalahan pertama mereka di La Liga musim ini dari Real Betis. Mourinho menuntut anak asuhnya untuk tampil lebih klinis di depan gawang dan tidak meratapi hasil negatif di kompetisi domestik.
Menghadapi Inter yang kini dilatih oleh mantan anak didiknya, Cristian Chivu, Mourinho menyadari tantangan berat yang menanti di Bernabeu. Meski begitu, dengan fokus penuh pada laga demi laga, Mourinho optimistis anak asuhnya mampu mengamankan tiga poin perdana di panggung Eropa.
“Chivu adalah sosok yang istimewa bagi saya, begitu pula tim itu, dan akan selalu demikian. Saya sangat menyayanginya dan ikut senang melihat segala sesuatunya berjalan lancar baginya. Sungguh menyenangkan bisa memeluknya sebelum maupun sesudah pertandingan—namun tidak saat pertandingan berlangsung. Saya akan selalu mengingat bahwa di antara kami, terdapat masa lalu yang begitu bermakna,” pungkasnya.