Manajer Manchester City, Enzo Maresca, melontarkan pandangan menarik mengenai perkembangan penyerang andalannya, Erling Haaland. Menurut Maresca, pemenang Sepatu Emas itu telah bertransformasi menjadi sosok yang "komplet", baik di dalam maupun di luar lapangan, seiring bergesernya prioritas hidup sang pemain setelah kelahiran putranya dua tahun lalu.  

Pernyataan hangat tersebut disampaikan Maresca dalam sesi konferensi pers di Portugal menjelang laga pembuka fase liga UEFA Champions League melawan FC Porto di Estádio do Dragão. Di saat Haaland terus menunjukkan ketajaman konstan dengan mengemas tiga gol dari tiga pertandingan awal Premier League, Maresca justru menyoroti kedewasaan pribadi sang pemain yang kian matang.  

Transformasi Peran Menjadi Pria Keluarga

Maresca, yang pernah bekerja erat dengan Haaland saat menjadi bagian dari staf kepelatihan Pep Guardiola pada musim treble 2022/23, melihat perbedaan positif dari karakter penyerang berusia 26 tahun tersebut. 

Kehadiran sang buah hati pada tahun 2024 lalu dinilai memberi dampak besar terhadap ketenangan mental dan pola pikir sang penyerang.  

"Dia sudah menjadi pria dewasa sekarang, dia seorang ayah. Saat pertama kali tiba di sini, dia belum menjadi seorang ayah. Sekarang jalan hidupnya telah berubah, prioritas utamanya bergeser sepenuhnya karena dia adalah seorang ayah," ujar Maresca. 

Baca juga: Siapa Pemain Terbaik Manchester City Sekarang

"Saya sangat bahagia untuknya. Dia sudah sangat luar biasa sebagai pemain dan sebagai pribadi, namun sekarang Anda bisa melihat bahwa dia telah komplet, seorang pria keluarga yang tetap konsisten mencetak gol."  

Keseimbangan Mental di Tengah Jadwal Padat

Kedewasaan yang dimiliki Haaland dinilai menjadi pilar penting dalam menjaga performanya di level tertinggi. Musim ini, Haaland mengarungi jadwal yang sangat padat tanpa pramusim ideal usai membela Timnas Norwegia hingga babak perempat final Piala Dunia 2026 lalu.  

Maresca mengonfirmasi bahwa manajemen kondisi fisik dan mental Haaland akan menjadi perhatian utama tim kepelatihan. 

Dengan peran barunya di dalam kelompok kepemimpinan tim musim ini, keputusan untuk mengistirahatkannya secara berkala dalam beberapa laga mendatang dipandang krusial demi menghindarkan sang mesin gol dari risiko cedera.  

“Situasi ini tidak mudah bagi Erling maupun pemain mana pun yang bermain untuk klub dan tim nasional. Menurut saya, wajar jika kita melihat para pemain ini mulai kelelahan. Jadi, langkah yang tepat adalah memberi mereka waktu istirahat—baik itu dengan melewatkan satu pertandingan atau libur selama satu minggu,” tambah eks pelatih Chelsea tersebut.

Baca juga: Premier League Kembali Pecahkan Rekor Transfer dengan Belanja Musim Panas

“Hal ini bergantung pada situasi saat itu, namun prioritas utamanya adalah memastikan para pemain berada dalam kondisi prima dan bahagia. Saat mereka terlihat kelelahan, risiko cedera meningkat, padahal kita membutuhkan pemain yang benar-benar bugar sepenuhnya.”

Tantangan Perdana di Panggung Eropa

Menjelang bentrokan sengit kontra Porto, kehadiran Haaland di barisan depan tetap menjadi tumpuan utama The Citizens. Maresca menyadari bahwa mencuri poin di markas Porto bukanlah pekerjaan mudah, namun kematangan mental dan kepemimpinan para pemain seniornya memberikan kepercayaan diri tinggi.  

Bagi Maresca, kombinasi antara insting membunuh di depan gawang dan ketenangan emosional sebagai seorang ayah menjadikan Haaland senjata paling menakutkan sekaligus pilar kepemimpinan yang kokoh bagi Manchester City dalam mengarungi ketatnya persaingan kompetisi Eropa musim ini.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!