Di balik kemenangan telak 6-1 Real Madrid atas AS Monaco, terselip sebuah momen emosional yang melibatkan bintang mereka, Vinicius Junior. Setelah memberikan performa kelas dunia dengan torehan satu gol dan dua assist, pemain asal Brasil itu akhirnya buka suara mengenai tekanan mental yang ia hadapi akibat cemoohan dari pendukungnya sendiri belakangan ini.

Meski malam itu berakhir dengan tepuk tangan meriah, laga sempat dimulai dengan suasana tegang saat sebagian fans di Santiago Bernabeu menyoraki namanya ketika susunan pemain diumumkan.

Beberapa Hari yang Sulit

Usai pertandingan, Vinicius tidak menutupi rasa sakit hatinya. Ia mengakui bahwa kritik tajam dan siulan dari tribun penonton dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah kekalahan di Supercopa dan Copa del Rey, telah membebani pikirannya.

“Beberapa hari terakhir sangat berat bagi semua rekan setim saya dan terutama bagi saya, karena cemoohan dan semua yang telah dikatakan tentang saya,” kata Vinicius.

“Saya selalu menjadi sorotan, dan saya tidak ingin berada di sana karena hal-hal di luar lapangan.”

Baca juga: Mbappe Pimpin Pesta Gol Real Madrid Saat Bantai Monaco 6-1

Janji Kesetiaan untuk Real Madrid

Meski sempat ada rumor mengenai ketegangan internal sebelum pemecatan Xabi Alonso, Vinicius menegaskan bahwa komitmennya untuk Los Blancos tidak pernah luntur. 

Baginya, memberikan 100% kemampuan adalah satu-satunya cara untuk menjawab keraguan.

“Saya ingin berada di sana karena apa yang saya lakukan di lapangan dan untuk semua yang telah saya lakukan untuk klub ini,” tambahnya.

“Tetapi tuntutannya sangat tinggi, dan saya harus memberikan yang terbaik setiap hari. Saya tidak akan selalu berada dalam kondisi terbaik secara teknis, tetapi saya mencoba memberikan yang terbaik untuk klub ini yang telah memberi saya begitu banyak.”

Pelukan untuk Arbeloa dan Rekonsiliasi

Salah satu momen paling ikonik dalam laga tersebut adalah ketika Vinicius berlari ke pinggir lapangan untuk memeluk pelatih barunya, Alvaro Arbeloa, usai mencetak gol spektakuler di menit ke-63. 

Baca juga: Mbappe Bela Vinicius: "Kami Semua Bersalah, Jangan Hanya Salahkan Satu Orang"

Arbeloa sendiri melihat momen itu sebagai bentuk rekonsiliasi antara sang pemain dan publik Madrid.

“Vini Jr. tak terbendung ketika stadion ini mendukungnya dan dia adalah pemain paling berbahaya yang ada. Kita membutuhkan Vini Jr. jika kita ingin memperebutkan semua trofi,” ujar Arbeloa.

“Saya sangat senang untuknya karena dia pantas mendapatkannya dan pantas mendapatkan pelukan dari semua rekan setim dan sambutan meriah yang dia terima dari Bernabéu. Pelukan yang dia berikan kepada saya adalah untuk seluruh Madridismo.”

“Itu bukan pelukan untuk pelatih tetapi untuk semua orang yang telah mendukungnya, yang telah bersamanya dan yang telah menunjukkan dukungan mereka di saat-saat sulit. Ini adalah malam yang luar biasa bagi Vini Jr. dan bagi seluruh Bernabéu."

Kemenangan ini diharapkan menjadi titik balik bagi Real Madrid dan Vinicius untuk kembali mendominasi Eropa, membuktikan bahwa saat tim dan penggemar bersatu, mereka tetap menjadi kekuatan yang tak terhentikan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!