Bos AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan bahwa gol tunggal kemenangan yang dicetak Pervis Estupinan dalam Derby della Madonnina bukanlah sebuah kebetulan. Berbicara setelah kemenangan tipis 1-0 atas Inter Milan di San Siro, pelatih veteran itu mengonfirmasi bahwa skema serangan tersebut memang dirancang untuk mengeksploitasi titik lemah di lini pertahanan Nerazzurri.

Meski berhasil membawa Milan memangkas jarak menjadi tujuh poin di klasemen Serie A, Allegri tetap menunjukkan sikap rendah hati, menolak anggapan bahwa persaingan gelar juara telah bergeser.

Membedah Kelemahan Inter

Gol pada menit ke-35 tersebut bermula dari pergerakan lateral yang memaksa barisan pertahanan Inter untuk bergeser, meninggalkan ruang di sisi buta. 

Baca juga: Gol Tunggal Estupinan Segel Kemenangan AC Milan atas Inter

Estupinan berhasil menyelinap dari penjagaan Luis Henrique, lalu masuk dengan waktu yang tepat usai menerima umpan dari Youssouf Fofana, dan menaklukkan Yann Sommer lewat tembakan keras yang terukur.

“Kami bekerja selama tujuh bulan untuk memastikan kami mencapai bulan Maret dalam kondisi sebaik mungkin, karena saat itulah pertandingan terpenting musim ini dimainkan dan segalanya ditentukan,” kata Allegri.

“Luis Henrique adalah pemain yang sangat bagus, tetapi kami telah mempersiapkan situasi itu dalam latihan.

“Sebelum gol itu, ada umpan silang Rabiot yang bisa saja disambar Estupinan jika saja ia membacanya sedikit lebih awal. Fofana bermain sangat baik dengan assist itu, ia juga memberikan dua umpan penting lainnya melawan Cremonese di mana kami gagal mencetak gol. Tim ini bermain lebih baik.”

Allegri memuji kedisiplinan skuatnya yang mampu bertahan total setelah unggul, memaksa Inter terus berputar-putar tanpa hasil di depan kotak penalti Milan. 

“Kami menghabiskan banyak energi di babak pertama, lalu Inter jelas meningkatkan tempo permainan dan kami membiarkan mereka melakukan beberapa umpan silang lagi ketika kami bermain lebih bertahan,” lanjut Allegri.

“Namun, selain peluang Federico Dimarco dalam serangan balik, saya tidak ingat ada peluang nyata Inter. Kami juga memiliki beberapa situasi menguntungkan dan bisa saja unggul 2-0 saat jeda.”

Inter Masih Terdepan

Kemenangan ini secara matematis menghidupkan kembali peluang Milan untuk meraih Scudetto. Dengan 10 laga tersisa dan selisih tujuh poin, tekanan kini mulai terasa di pundak skuat asuhan Cristian Chivu. Namun, Allegri segera meredam euforia tersebut.

Baca juga: Chivu Akui Inter di Bawah Standar usai Takluk dari AC Milan

Pelatih asal Livorno itu menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini bukan mengejar Inter, melainkan mengamankan posisi di zona Liga Champions dan terus membangun momentum. 

“Inter unggul tujuh poin di puncak klasemen, itu keuntungan besar, mereka masih tim terkuat dan favorit utama. Kami seharusnya bisa bermain lebih baik dan lebih tajam di sepertiga akhir lapangan dalam beberapa situasi,” ujarnya.

“Kami hanya bisa senang, karena kami berhasil menjaga Juventus tetap tertinggal 10 poin, Como dan Roma tertinggal 9 poin, jadi penting untuk mendapatkan hasil hari ini.

“Meskipun demikian, sekali lagi, saya perlu menegaskan bahwa Inter tetap menjadi favorit utama untuk Scudetto. Kemenangan ini meningkatkan moral kami.”

Kemenangan ini memastikan Milan mencatatkan keunggulan head-to-head atas Inter musim ini, sebuah faktor yang bisa menjadi sangat krusial jika kedua tim mengakhiri musim dengan poin yang sama.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!