Mantan entrenador dan pemain legendaris Barcelona, Xavi Hernandez, secara blak-blakan menuding Presiden Joan Laporta sebagai sosok utama yang sengaja menghalangi kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou pada musim panas 2023.

Tudingan ini membuka kembali luka lama para Cules terkait kegagalan dramatis kepulangan sang megabintang sebelum ia akhirnya memilih berlabuh ke Inter Miami di Amerika Serikat.

Laporta Halangi Kepulangan Messi

Xavi, yang meninggalkan kursi kepelatihan Barca pada 2024 lalu, mengklaim bahwa secara teknis dan taktis, segala sesuatunya telah disepakati antara dirinya dan Messi. 

Baca juga: Newell’s Old Boys Mulai Susun Rencana Pulangkan Lionel Messi pada 2027

Menurutnya, kegagalan tersebut bukanlah karena keterbatasan finansial klub semata, melainkan sebuah keputusan politik yang disengaja oleh petinggi klub.

“Presiden juga tidak mengatakan yang sebenarnya. Leo sudah dikontrak. Pada Januari 2023, setelah memenangkan Piala Dunia, kami berhubungan, dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin kembali, dan saya melihatnya,” kata Xavi kepada La Vanguardia.

“Kami berbicara sampai Maret, dan saya mengatakan kepadanya, ‘Oke, ketika Anda memberi saya persetujuan, saya akan memberi tahu presiden karena saya melihatnya sebagai pilihan yang tepat untuknya sebagai seorang pesepakbola’.”

Ia bersikeras bahwa jika ada kemauan politik yang kuat dari manajemen, kepulangan pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub itu seharusnya bisa terwujud.

“Presiden mulai menegosiasikan kontrak dengan ayah Leo dan kami mendapat lampu hijau dari LaLiga, tetapi presidenlah yang membatalkan semuanya,” tambahnya.

Keretakan Hubungan

Komentar pedas Xavi ini seolah mengonfirmasi adanya keretakan hubungan yang dalam antara sang legenda hidup dengan Laporta di akhir masa jabatannya. 

Banyak pihak menilai bahwa kepergian Xavi dari Barcelona tahun lalu memang dipicu oleh perbedaan visi yang tajam mengenai arah masa depan klub, termasuk kebijakan transfer pemain bintang.

“Laporta mengatakan kepada saya secara terang-terangan bahwa jika Leo kembali, dia akan melancarkan perang melawannya dan dia tidak bisa membiarkannya. Dan kemudian tiba-tiba Leo berhenti menjawab panggilan saya karena dia telah diberi tahu di ujung telepon bahwa itu tidak mungkin dilakukan,” jelasnya.

“Jadi saya menelepon ayahnya dan berkata, ‘Ini tidak mungkin, Jorge,’ dan dia berkata, ‘Bicaralah dengan presiden.’ Dan saya bersikeras bahwa kami telah berbicara dengan Leo selama lima bulan, itu sudah pasti, tidak ada keraguan dari perspektif sepak bola, dan secara finansial kami akan pergi ke Montjuïc dan kami akan memiliki ‘Last Dance’ seperti Jordan, semuanya sudah siap.”

Baca juga: Bukan Jadi Pelatih, Messi Ingin Jadi Pemilik Klub Setelah Gantung Sepatu

Pukulan Bagi Penggemar

Kegagalan membawa pulang Messi pada 2023 memang tetap menjadi noda hitam dalam periode kedua kepemimpinan Laporta, terutama setelah janji-janji manis yang ia berikan saat kampanye pemilihan presiden untuk mempertahankan sang pemain.

Bagi para pendukung setianya, pengakuan Xavi ini adalah pil pahit yang harus ditelan. Harapan untuk melihat "Last Dance" Messi di tanah Catalan yang hancur dua tahun lalu kini kembali menjadi bahan perdebatan panas di media sosial dan jalanan kota Barcelona.

“Sekarang saya rasa saya tidak akan pernah kembali ke Barca. Saya sudah menyelesaikan masa saya sebagai pemain dan pelatih. Mulai sekarang, minat saya adalah mengatakan yang sebenarnya, dan Leo tidak datang ke Barça karena presiden tidak menginginkannya, bukan karena La Liga atau karena Jorge Messi meminta lebih banyak uang – itu bohong,” tegas Xavi. 

“Justru presiden dan orang-orangnya yang mengatakan tidak kepadanya, bahwa dia tidak mampu, bahwa presiden memiliki semua kekuasaan dan Messi akan menyalahgunakan kekuasaan itu.”

Jika pernyataan Xavi terbukti benar, hal ini bisa berdampak besar pada tingkat kepercayaan anggota klub (Socios) terhadap kredibilitas Joan Laporta dalam memimpin raksasa Catalan tersebut menuju era baru.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!