Apa yang seharusnya menjadi malam perayaan bagi Cruzeiro justru berubah menjadi lembaran kelam dalam sejarah Superclássico Mineiro. Meski papan skor di Mineirão menunjukkan keunggulan 1-0 atas Atlético Mineiro, drama sepak bola tersebut tenggelam oleh ledakan kekerasan di akhir laga yang memaksa wasit Matheus Delgado Candançan mengeluarkan total 23 kartu merah.

Pertandingan final Campeonato Mineiro ini ditentukan oleh gol semata wayang dari Kaio Jorge. Gol tersebut awalnya tampak akan menjadi momen puncak bagi tim asuhan Tite untuk mengamankan trofi negara bagian dan harga diri di hadapan rival abadi mereka. Namun, pencapaian olahraga itu hancur berantakan hanya beberapa detik sebelum peluit panjang berbunyi.

Percikan yang Menyulut Perang di Lapangan

Ketegangan yang sudah mendidih sepanjang 90 menit akhirnya meledak ketika penyerang Cruzeiro, Christian, terlibat kontak fisik dengan penjaga gawang Atlético, Éverson, di masa injury time. Insiden tersebut memicu reaksi berantai yang instan dan brutal.

Baca juga: Xavi Ungkap Laporta Halangi Kepulangan Messi ke Barcelona

Dalam hitungan detik, lapangan berubah menjadi arena tawuran massal. Pemain cadangan, staf pelatih, hingga petugas keamanan tumpah ruah ke dalam lapangan. 

Pukulan dan tendangan melayang di tengah kekacauan yang meluas hingga ke pinggir lapangan. Pemain bintang seperti Hulk dan mantan bek Atletico Madrid, Renan Lodi, termasuk yang mendapatkan kartu merah dan terlihat berada di pusat kericuhan saat situasi benar-benar di luar kendali.

Rekor Dunia Kartu Merah

Setelah pihak kepolisian turun tangan untuk memisahkan kedua kubu yang bertikai, wasit Candançan melakukan tugas berat meninjau ulang kerusakan yang terjadi. Laporan resmi pertandingan mengonfirmasi rekor dunia baru dengan 23 kartu merah, melampaui catatan kelam tahun 1954 antara Portuguesa dan Botafogo yang menghasilkan 22 kartu merah.

Rincian pengusiran tersebut meliputi  12 kartu merah untuk kubu Cruzeiro, serta 11 kartu merah untuk kubu Atlético Mineiro.

Baca juga: CBF Isyaratkan Perpanjangan Kontrak Carlo Ancelotti Bersama Timnas Brazil

Dampak dan Sanksi Berat Menanti

Meski secara teknis Cruzeiro berhasil mengangkat trofi dan merayakan gelar ke-39 mereka, suasana di mixed zone terasa sangat tegang. 

Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan Federasi Sepak Bola Minas Gerais diperkirakan akan menjatuhkan sanksi disiplin yang sangat berat dalam beberapa hari ke depan.

"Tentu saja kami tidak ingin pertandingan berakhir seperti itu, mengingat betapa serunya pertandingan tersebut, tetapi saya tidak bisa membiarkan rekan-rekan setim saya dalam kesulitan dan hanya berdiri di sana," kata Kaio Jorge, yang golnya memberi timnya gelar juara negara bagian pertama sejak 2019. "Saya pergi untuk membela rekan-rekan setim saya."

Sementara itu, Hulk mengatakan, "Ini sangat disayangkan. Kita tidak bisa memberikan contoh seperti itu karena pada akhirnya akan berdampak di seluruh dunia. Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra kita dan citra institusi ini."

Kemenangan ini memang memberikan gelar juara bagi Cruzeiro, namun harga yang harus dibayar, kemungkinan skorsing jangka panjang bagi hampir dua lusin pemain, akan membayangi langkah mereka di awal musim Série A ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!