Manajer SC Freiburg, Julian Schuster, mendesak para pemainnya untuk tetap bangga atas keberhasilan mencetak sejarah lolos ke final Eropa pertama mereka, meskipun harus menelan kekecewaan usai ditumbangkan Aston Villa 3-0 pada laga puncak Europa League, Kamis (21/5) dini hari WIB. 

Kekalahan telak di Beşiktaş Park ini memang mengakhiri dongeng indah sang wakil Bundesliga, namun Schuster menegaskan bahwa pencapaian luar biasa anak asuhnya sepanjang musim ini tidak boleh terhapus oleh hasil satu pertandingan

Kecewa, Tapi Tetap Bangga

Bagi klub sekecil Freiburg, yang berbasis di tepi Black Forest dan secara tradisional lebih sering bertarung demi stabilitas domestik, pencapaian hingga ke laga final Eropa pertama dalam sejarah mereka adalah sebuah keajaiban modern. Namun, setelah peluit panjang berbunyi, ruang ganti Breisgau-Brasilianer diselimuti oleh keheningan dan air mata kekecewaan.

Baca juga: Aston Villa Juara Europa League usai Menang Telak 3-0 atas Freiburg

Melihat kondisi mental anak asuhnya yang runtuh, Schuster langsung mengambil tindakan. Alih-alih meratapi kekalahan, sang juru taktik menggunakan momen konferensi pers pasca-pertandingan untuk mendesak para pemainnya agar menegakkan kepala.

“Saat ini, tidak ada kebahagiaan. Kami kalah di final. Itu menyakitkan,” kata Schuster.

“Pada akhirnya, semuanya tidak berjalan sesuai keinginan kami, dan dalam beberapa hari lagi kami akan menghargai apa yang telah kami raih bersama para penggemar kami, tetapi saat ini rasanya menyakitkan."

Pelajaran Berharga dari Penguasa Eropa

Freiburg sebenarnya memulai laga dengan organisasi pertahanan yang rapi, sebuah identitas yang membawa mereka menyingkirkan tim-tim besar dalam perjalanan menuju Istanbul. Namun, detail-detail kecil dan kematangan taktis Aston Villa asuhan Unai Emery, sang spesialis kompetisi ini, menjadi pembeda yang kejam.

Gol voli Youri Tielemans di menit ke-41 yang memanfaatkan kelengahan barisan belakang Freiburg saat situasi bola mati, diikuti oleh gol melengkung indah Emi Buendía di masa injury time babak pertama, menjadi pukulan ganda yang teramat berat bagi mental tim Jerman tersebut.

Ketika Morgan Rogers mencetak gol ketiga Villa sebelum laga berjalan satu jam, Schuster tahu bahwa gunung yang harus didaki timnya sudah terlalu tinggi. Meski demikian, Freiburg tidak berhenti berjuang; Nicolas Höfler dan penyerang muda Johan Manzambi terus berlari hingga detik terakhir demi mencari gol pelipur lara yang tak kunjung tiba.

“Seperti yang saya katakan sebelum pertandingan, kami datang ke pertandingan ini dengan keyakinan bahwa kami bisa menang,” jelas Schuster.

Baca juga: Usai Juara Europa League, Emery Desak Aston Villa Tatap Panggung Elite Eropa

“Selama 40 menit kami bermain bagus, lalu semuanya berubah. Untuk gol pertama, Villa memanfaatkan bola mati dengan baik, untuk gol kedua itu adalah kesalahan kami. Ketika Anda tertinggal 2-0 di babak pertama, Anda melihat wajah asli sebuah tim, dan para pemain bermain dengan baik.

Warisan untuk Masa Depan Klub

Bagi Schuster, yang mengambil alih posisi pelatih kepala pada 2024 setelah era legendaris Christian Streich berakhir, melangkah hingga ke final Eropa adalah sebuah fondasi pacuan yang luar biasa untuk masa depan Freiburg.

Dukungan masif dari ribuan penggemar Freiburg yang membuat Beşiktaş Park menjadi lautan warna hitam-putih juga tidak luput dari perhatian sang pelatih. Energi itulah yang ingin ia bawa pulang ke Jerman untuk sisa perjalanan klub ke depan.

“Harus diakui bahwa Villa bermain lebih baik, dan kami tidak mampu mendominasi mereka,” kata Vincenzo Grifo, pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.

“Ketika saya melihat apa yang telah dilakukan para penggemar dan kami musim ini dan apa yang telah kami raih... banyak dari kami telah bermain lebih dari 50 pertandingan, dan kami ingin mengangkat trofi tetapi itu tidak terjadi. 

“Para penggemar telah membawa kami ke sini, dan mereka selalu ada untuk kami di saat-saat sulit. Kita bermain sepak bola untuk momen-momen seperti ini, tetapi hari ini kami kurang beruntung."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!