Malam yang bersejarah bagi sepak bola Maroko. Bek kanan Paris Saint-Germain, Achraf Hakimi, dinobatkan sebagai African Footballer of the Year pada ajang CAF Awards 2025 di Rabat pada hari Rabu. Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Maroko selama 27 tahun untuk penghargaan individu tertinggi di Afrika dan menempatkan Hakimi dalam sejarah sebagai bek pertama yang memenangkan gelar ini dalam 52 tahun.

Hakimi mengungguli dua finalis lainnya, bintang Liverpool Mohamed Salah dan striker Galatasaray Victor Osimhen, dalam pemungutan suara yang melibatkan pelatih kepala, kapten tim nasional, dan media dari seluruh benua Afrika.

Juara Liga Champions dan Dominasi PSG

Kemenangan Hakimi yang berusia 27 tahun ini merupakan puncak dari musim 2024–2025 yang luar biasa bersama Paris Saint-Germain dan Tim Nasional Maroko. 

Di level klub, Hakimi adalah komponen kunci dari tim PSG yang meraih treble domestik dan, yang paling penting, memenangkan Liga Champions UEFA.

Baca juga: Hakimi dan Klaim Berani untuk Ballon d'Or

Hakimi memainkan peran sentral di pertahanan dan serangan PSG. Kontribusi serangannya sangat signifikan, termasuk mencetak gol pembuka di Final Liga Champions yang berakhir dengan kemenangan 5-0 atas Inter Milan.

Performa konsistennya di kedua ujung lapangan membuatnya diakui secara global, mendapatkan tempat di Team of the Season Liga Champions UEFA dan Ligue 1 Team of the Season.

Ia menjadi pemain Maroko pertama yang memenangkan gelar ini sejak Mustapha Hadji pada tahun 1998, dan hanya pemain belakang kedua yang memenangkannya di era modern sejak Bwanga Tshimen dari Zaire pada tahun 1973.

Kemenangan di Tengah Cedera

Momen kemenangan ini diwarnai dengan kekhawatiran para penggemar. Hakimi naik ke panggung untuk menerima trofi dengan pelindung di kaki kanannya, karena ia saat ini sedang dalam pemulihan dari cedera ligamen pergelangan kaki parah yang diderita saat PSG melawan Bayern Munich di Liga Champions awal November.

Baca juga: 10 Pemain Bayern Tumbangkan PSG 2-1, Díaz dari Pahlawan Jadi Pesakitan

Meskipun harus menahan rasa sakit, Hakimi menyampaikan pidato penerimaan yang emosional, mendedikasikan penghargaannya untuk rekan satu tim dan seluruh benua.

"Merupakan momen yang sangat membanggakan bagi saya untuk memenangkan penghargaan bergengsi ini," ujar Hakimi. "Trofi ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua pria dan wanita tangguh yang bermimpi menjadi pesepakbola di Afrika.”

“Dan untuk mereka yang selalu percaya kepada saya sejak kecil, bahwa saya akan menjadi pesepakbola profesional suatu hari nanti. Saya ingin berterima kasih kepada mereka semua."

Malam Kebangkitan Sepak Bola Maroko

Kemenangan Hakimi menandai malam dominasi total bagi Maroko di Rabat. Selain Hakimi, kiper Yassine Bounou memenangkan Best Goalkeeper Award, dan Ghizlane Chebbak dinobatkan sebagai Women's African Player of the Year.

Kini, dengan membawa gelar Pemain Terbaik Afrika, Hakimi dan Atlas Lions akan menghadapi tantangan berikutnya: menjadi tuan rumah Piala Afrika (AFCON) 2025 di bulan Desember, sebuah turnamen yang akan menguji tekad mereka dan kondisi fisik sang superstar setelah cedera.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!