Kejayaan Inter Milan di kancah domestik musim 2025-26 resmi mencapai puncaknya. Beraksi di Stadio Olimpico pada Kamis (14/5) dini hari WIB, skuat asuhan Cristian Chivu menundukkan Lazio 2-0 dalam laga final Coppa Italia, memastikan trofi kesepuluh mereka sekaligus menyandingkannya dengan gelar Scudetto yang telah diamankan sebelumnya.  

Kemenangan ini menandai gelar ganda domestik pertama bagi Nerazzurri dalam 16 tahun terakhir, mengulangi memori manis era Jose Mourinho pada tahun 2010 silam.

Petaka Marušić dan Dominasi Nerazzurri

Kebuntuan pecah pada menit ke-14 setelah periode tekanan yang intens dari Inter. Federico Dimarco, yang umpan-umpan silangnya menjadi senjata mematikan sepanjang musim ini, melepaskan sepak pojok berbahaya ke arah tiang dekat. 

Baca juga: Puyol Ingatkan Bastoni: "Jadi Bek di Barcelona Itu Tidak Mudah"

Marcus Thuram melompat tinggi, dan meski hanya memberikan sentuhan tipis, hal itu cukup untuk mengacaukan konsentrasi Adam Marušić. Bek Lazio tersebut, yang terjepit dalam situasi sulit, justru menyundul bola ke gawangnya sendiri, memberikan keunggulan awal bagi tim tamu.

Lazio kesulitan memberikan perlawanan. Dengan manajer Maurizio Sarri menyaksikan dari tribun karena larangan mendampingi tim di pinggir lapangan, Biancocelesti kehilangan kelancaran taktik mereka yang biasa. Lini tengah, yang ditopang oleh gelandang bertahan dadakan Patric, kesulitan menembus tekanan tinggi Inter yang tanpa henti.

Kapten Pastikan Kemenangan

Pukulan telak datang sepuluh menit sebelum jeda. Lengahnya pertahanan Lazio terlihat saat Nuno Tavares kehilangan bola di area pertahanannya sendiri karena direbut oleh Denzel Dumfries. 

Pemain Belanda itu tidak ragu-ragu, menerobos masuk ke kotak penalti dan memberikan umpan akurat kepada Lautaro Martínez. Kapten Inter itu tidak melakukan kesalahan, mencetak gol dari jarak dekat untuk menggandakan keunggulan dan membuat para pendukung tandang bersorak gembira.

Baca juga: Marotta Ungkap Alasan Pilih Chivu Dibanding Fabregas Sebagai Pelatih Inter

Lazio menunjukkan sedikit perlawanan di babak kedua, dengan Tijjani Noslin dan Boulaye Dia menguji Josep Martínez, tetapi kiper Spanyol itu tetap kokoh untuk mempertahankan gawangnya tetap bersih. Di sisi lain, Inter tetap menjadi ancaman konstan dalam serangan balik, dengan Piotr Zieliński dan Luis Henrique hampir mencetak gol ketiga.

Menjelang akhir laga, tensi sempat memanas. Pelanggaran keras veteran Lazio, Pedro, terhadap Dimarco memicu keributan kecil yang berujung pada hujan kartu kuning dari wasit.

Era Baru di Milan

Saat peluit panjang berbunyi, kapten Lautaro Martínez mengangkat trofi Coppa Italia di Roma. Bagi Cristian Chivu, ini adalah musim debut yang sempurna di kursi kepelatihan, membuktikan bahwa skuad Inter saat ini memiliki kedalaman dan mentalitas untuk mendominasi berbagai kompetisi.

Bagi Lazio, kekalahan ini menutup musim yang penuh inkonsistensi dengan tanpa gelar, sementara Inter kembali ke Milan untuk merayakan salah satu musim paling dominan dalam sejarah modern klub.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!