Inter Milan Segel Scudetto ke-21 usai Bungkam Parma 2-0 di San Siro
Sejarah baru tercipta di San Siro pada Senin (4/5) dini hari WIB. Inter Milan resmi dinobatkan sebagai jawara Serie A musim 2025-26 setelah menundukkan Parma dengan skor 2-0. Kemenangan ini memastikan Nerazzurri meraih gelar Scudetto ke-21 mereka dengan tiga pertandingan tersisa.
Di bawah asuhan pelatih baru Cristian Chivu, Inter tampil dominan sepanjang musim. Keberhasilan mengunci gelar di hadapan pendukung sendiri menjadi momen emosional bagi Chivu, yang pernah memenangkan treble bersama Inter sebagai pemain pada tahun 2010.
Thuram Memecah Kebuntuan
Inter yang hanya membutuhkan satu poin untuk mengamankan gelar tampil menyerang sejak peluit pertama. Namun, Parma yang dikawal kiper berbakat Zion Suzuki tampil disiplin dan sempat menyulitkan barisan depan tuan rumah.
Baca juga: Darmian Tegaskan Inter Fokus Sabet Scudetto dan Tak Hiraukan Skandal Wasit
Kebuntuan akhirnya pecah tepat di masa injury time babak pertama. Berawal dari umpan matang Piotr Zieliński, Marcus Thuram melepaskan tembakan kaki kanan yang menghujam pojok gawang Suzuki. Gol ini meruntuhkan ketegangan di tribun penonton dan membawa Inter unggul 1-0 saat turun minum.
Mkhitaryan Gandakan Keunggulan
Memasuki babak kedua, Inter tidak menurunkan intensitas. Meski Parma mencoba membalas melalui skema serangan balik, lini belakang Inter yang dipimpin Alessandro Bastoni tetap solid.
Gol pengunci kemenangan akhirnya lahir di menit ke-80. Pemain pengganti sekaligus sang kapten, Lautaro Martínez, yang baru kembali dari cedera, memberikan dampak instan. Lautaro mengirimkan umpan brilian yang diselesaikan dengan sempurna oleh gelandang veteran Henrikh Mkhitaryan. Skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir, memicu ledakan kegembiraan di seluruh penjuru kota Milan.
Baca juga: Skandal Wasit Italia: Marotta Tegaskan Inter Milan Tak Terlibat
Dominasi Nerazzurri
Gelar musim ini menjadi bukti kebangkitan Inter setelah musim lalu harus puas menjadi runner-up di bawah Napoli. Dengan koleksi 82 poin dari 35 laga, Inter kini unggul 12 poin dari Napoli, jarak yang secara matematis mustahil terkejar.
Inter kini berpeluang mengawinkan gelar liga dengan Coppa Italia, di mana mereka akan menghadapi Lazio di partai final dalam 10 hari ke depan. Bagi para pendukung, malam ini adalah tentang merayakan bintang kedua di dada dan mengukuhkan dominasi biru-hitam di tanah Italia.