Celtic harus menelan pil pahit setelah digilas wakil Jerman, VfB Stuttgart, dengan skor telak 4-1 pada leg pertama babak play-off fase gugur Europa League, Jumat (20/2) dini hari WIB.

Kekalahan ini tidak hanya meruntuhkan moral pasukan Martin O'Neill, tetapi juga memicu gelombang protes dari suporter tuan rumah yang kecewa dengan performa lini belakang dan kebijakan manajemen klub.

Bilal El Khannouss Jadi Mimpi Buruk

Bintang muda asal Maroko, Bilal El Khannouss, menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol. Gol pertamanya lahir di menit ke-15 setelah memanfaatkan kesalahan umpan kiper veteran Kasper Schmeichel.

Celtic sebenarnya sempat memberikan harapan lewat gol penyama kedudukan dari Benjamin Nygren pada menit ke-21, memanfaatkan blunder kiper Stuttgart, Alexander Nübel. 

Baca juga: Europa League: Bologna Imbang 2-2 Lawan 10 Pemain Celtic

Namun, kegembiraan publik Glasgow hanya bertahan tujuh menit. El Khannouss kembali mencetak gol lewat sundulan bebas untuk membawa Stuttgart unggul 2-1 di babak pertama.

Memasuki babak kedua, dominasi Stuttgart semakin tak terbendung. Jamie Leweling memperlebar jarak menjadi 3-1 lewat tembakan jarak jauh yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Schmeichel. 

Sebagai penutup mimpi buruk, pemain pengganti Tiago Tomás mencetak gol keempat di masa injury time, memastikan Stuttgart pulang dengan modal yang sangat masif.

Kasper Schmeichel menjadi sasaran kritik tajam setelah melakukan setidaknya dua kesalahan fatal yang berujung gol. Di sisi lain, pertahanan Stuttgart yang digalang Jeff Chabot tampil sangat disiplin meski sempat kecolongan satu gol.

Baca juga: Play-Off Europa League: Forest Jumpa Fenerbahce, Celtic Tantang Stuttgart

Tugas Sulit di Leg Kedua

Bagi Celtic, hasil ini meninggalkan lubang besar yang hampir mustahil untuk ditutup. Mereka kini harus bertandang ke MHP Arena pekan depan dengan misi wajib menang dengan selisih minimal empat gol untuk lolos langsung, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan klub Skotlandia mana pun di tanah Jerman.

Atmosfer di akhir pertandingan terasa sangat dingin. Bukan hanya karena cuaca Glasgow, tetapi karena ribuan pendukung Celtic yang memilih meninggalkan stadion lebih awal, sementara yang bertahan melampiaskan kekecewaan mereka dengan ejekan ke arah dewan direksi dan pemain.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!