Ederson Akui Tak Bahagia di Man City Gara-Gara Cedera Ganggu Performa
Pengakuan mengejutkan datang dari penjaga gawang Timnas Brasil yang baru saja meninggalkan Manchester City, Ederson. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan persahabatan internasional akhir pekan ini, pemain berusia 32 tahun itu membuka cerita di balik keputusannya untuk meninggalkan Etihad Stadium.
Ia mengungkapkan bahwa upaya untuk mencari pintu keluar telah dimulai sejak dua musim lalu, didorong oleh perasaan tidak bahagia dan tekanan dari masalah cedera yang berulang.
Buka-Bukaan Tinggalkan City
Ederson, yang kini memperkuat raksasa Turki, Fenerbahçe, setelah delapan musim yang bergelimang trofi di Manchester, menjelaskan bahwa rentetan cedera telah mengikis kegembiraan bermainnya, bahkan di klub tersukses di dunia sekalipun.
"Di musim sebelumnya, saya sudah mencoba untuk pergi, tetapi tidak berhasil," ujar Ederson kepada awak media. "Saya rasa itu sedikit memengaruhi performa saya sepanjang musim. Saya juga cedera lima kali dan tidak berada di level terbaik."
Baca juga: Ederson Tinggalkan Manchester City Menuju Fenerbahce
Pernyataan ini memberikan konteks baru pada musim terakhirnya di City. Meskipun sang kiper tetap menjadi bagian integral dari skuad yang memenangkan banyak gelar, termasuk enam titel Premier League dan mahkota Liga Champions, rasa tidak puas ternyata sudah lama membayangi.
Kebahagiaan di Atas Kemenangan
Ederson menegaskan bahwa keputusannya adalah hasil dari pertimbangan mendalam bersama keluarga, dengan kebahagiaan pribadi menjadi faktor utama di atas pencapaian kolektif.
"Itu memengaruhi saya sedikit. Itu adalah keputusan yang sudah saya buat bersama keluarga untuk berbicara dengan klub tentang kepergian saya jika mereka setuju. Saya butuh perubahan ini," tegasnya.
"Tidak ada gunanya berada di klub raksasa dan sukses jika Anda tidak bahagia. Itu akan terus memengaruhi saya dengan cara yang sama. Kadang-kadang bagus untuk memiliki tantangan baru dalam hidup, dalam karier..."
Baca juga: Ederson Bantah Rumor Hengkang: Tetap Setia di Manchester City
Kiper yang dikenal dengan kemampuan passing dan sweeper-keeper-nya ini kini menemukan tantangan baru di Süper Lig Turki. Ia senang dengan atmosfer di sana yang membuatnya kembali hidup.
“Dengan perubahan ini, saya kembali merasakan atmosfer sepak bola, merasakan atmosfer pertandingan di Turki yang luar biasa. Saya sangat senang dengan tantangan baru ini, bersemangat untuk menang,” pungkasnya.
Kepindahan Ederson ke Fenerbahçe musim panas lalu, dengan nilai transfer yang dilaporkan sekitar £12 juta, menutup sebuah babak fenomenal dalam sejarah modern Manchester City. Pengakuan ini tidak hanya menyoroti sisi mental yang rapuh dari seorang atlet elit, tetapi juga menunjukkan bahwa bahkan para pemenang beruntun pun bisa kehilangan motivasi di tengah kesuksesan yang berlebihan.