Kabar mengejutkan datang dari Glasgow Timur. Hanya dalam waktu 33 hari setelah ditunjuk sebagai suksesor Brendan Rodgers, Wilfried Nancy resmi dipecat dari kursinya sebagai manajer Celtic pada hari Senin. Kegagalan Nancy mencapai puncaknya setelah kekalahan memalukan 3-1 dalam laga Old Firm melawan Rangers di kandang sendiri akhir pekan lalu.

Sebagai langkah darurat untuk menyelamatkan sisa musim ini, dewan direksi Celtic telah memanggil kembali legenda mereka, Martin O’Neill, untuk menakhodai tim hingga akhir musim.

Rekor Buruk Klub

Pecatnya Nancy menandai salah satu periode paling kelam dalam sejarah modern Celtic. Pelatih asal Prancis yang didatangkan dari Columbus Crew dari Major League Soccer (MLS) ini hanya mampu bertahan selama delapan pertandingan. 

Dalam kurun waktu yang sangat singkat tersebut, ia menderita enam kekalahan, termasuk empat kekalahan beruntun yang membuat The Bhoys tercecer enam poin di belakang pemuncak klasemen, Hearts.

Ketidakmampuan Nancy untuk beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Skotlandia terlihat jelas saat lini pertahanan Celtic gagal mencatatkan satu pun clean sheet di bawah arahannya. 

Puncaknya terjadi pada hari Sabtu di Parkhead, di mana ribuan pendukung tuan rumah meninggalkan stadion lebih awal sementara sisanya menyuarakan kemarahan kepada manajemen dan staf kepelatihan.

Baca juga: Ruang Ganti Pecah, Brendan Rodgers Mundur Sebagai Pelatih Celtic

Kembalinya Sang Maestro

Martin O’Neill, yang kini berusia 73 tahun, bukanlah sosok asing bagi publik Glasgow. Ia adalah arsitek di balik kesuksesan treble domestik tahun 2001 dan membawa Celtic ke final Piala UEFA tahun 2003. 

Menariknya, ini adalah kali kedua O'Neill turun tangan musim ini; ia sempat menjabat sebagai manajer interim setelah kepergian Brendan Rodgers pada Oktober lalu, dengan catatan impresif tujuh kemenangan dari delapan laga.

“Tentu saja saya sangat senang dan merasa terhormat bisa kembali ke klub sepak bola ini, tetapi dalam situasi seperti ini, dengan kepergian Wilfried dari klub, hal itu terasa agak aneh saat ini,” kata O'Neill dalam pernyataan resminya.

Krisis di Ruang Direksi

Pemecatan Nancy bukan satu-satunya perombakan besar yang terjadi. Paul Tisdale, Kepala Operasi Sepak Bola yang berperan penting dalam penunjukan Nancy, juga dibebastugaskan dari posisinya. 

Baca juga: Brendan Rodgers Resmi Tukangi Klub Arab Saudi Al-Qadsiah

Langkah ini dipandang sebagai upaya dewan direksi untuk meredam kemarahan suporter yang telah melakukan berbagai aksi protes musim ini terkait kebijakan investasi pemain dan kepemimpinan klub.

Dengan liga yang baru berjalan separuh musim, O’Neill kini memikul beban berat untuk menyatukan kembali skuad yang tampak kehilangan arah dan mentalitas juara. Tugas pertamanya adalah mengembalikan kepercayaan diri para pemain menjelang jadwal padat di bulan Januari.

“Kita tahu kita sedang dalam pertarungan besar. Kita akan mencoba memenangkan liga. Itu tidak akan mudah, meskipun memang tidak pernah mudah, tetapi kita sudah setengah musim, kita menghadapi pertarungan besar, jadi kita harus siap menghadapi tantangan ini,” ujar O’Neill.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!