Satu kaki Arsenal kini sudah menapak di final Carabao Cup 2025-26. Dalam laga leg pertama semifinal yang penuh drama di Stamford Bridge, Kamis (16/1) dini hari WIB, The Gunners berhasil mencuri kemenangan krusial 3-2 atas rival sekota mereka, Chelsea.

Meski pemain pengganti Chelsea, Alejandro Garnacho, tampil fenomenal dengan torehan dua gol, disiplin taktis dan efisiensi penyelesaian akhir Arsenal menjadi pembeda. Hasil ini memberikan modal berharga bagi skuad Mikel Arteta sebelum melakoni leg kedua di Emirates Stadium pada awal Februari mendatang.

Dominasi Awal Meriam London

Arsenal tidak membuang waktu untuk menunjukkan mengapa mereka menjadi favorit dalam kompetisi ini. Baru tujuh menit laga berjalan, Ben White membungkam publik tuan rumah. 

Baca juga: Misi Penebusan Arteta: Arsenal Takkan Gentar di Semifinal Piala Liga

Memanfaatkan umpan pojok presisi dari Declan Rice, bek kanan tersebut melepaskan sundulan mematikan yang gagal diantisipasi oleh Robert Sánchez.

Chelsea, yang menjalani laga kandang pertama di bawah pelatih baru Liam Rosenior, sempat berusaha bangkit. Namun, pertahanan Arsenal yang dikomandoi William Saliba tampil sangat solid. Skor 1-0 untuk tim tamu bertahan hingga turun minum, meski laga sempat berjalan panas dengan beberapa kartu kuning yang dikeluarkan wasit.

Hujan Gol di Babak Kedua

Empat menit setelah jeda, Arsenal memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Viktor Gyökeres meneruskan performa apiknya musim ini dengan mencetak gol dari jarak dekat setelah menerima umpan matang hasil kerja sama apik antara Bukayo Saka dan Ben White. Sánchez kembali menjadi sorotan karena bola lepas dari pelukan saat mengantisipasi umpan mendatar dari White.

Chelsea tidak menyerah begitu saja. Masuknya Alejandro Garnacho pada menit ke-53 mengubah dinamika permainan. Hanya empat menit setelah menginjakkan kaki di lapangan, bintang muda Argentina tersebut memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 setelah memanfaatkan umpan silang Pedro Neto.

Namun, harapan kebangkitan Chelsea sempat meredup pada menit ke-71. Martin Zubimendi menunjukkan kelasnya sebagai metronom lini tengah baru Arsenal. 

Setelah menerima umpan dari Gyokeres, ia menunjukkan aksi individu yang menawan di dalam kotak penalti, ia mengecoh dua bek Chelsea sebelum melepaskan tembakan mendatar yang merobek jala gawang Sánchez.

Baca juga: Ujian Sesungguhnya Rosenior: Chelsea Siap Ladeni Arsenal di Semifinal Carabao Cup

Garnacho Beri Harapan, Arsenal Bertahan

Drama belum berakhir. Pada menit ke-83, Garnacho kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan voli akrobatik yang memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok. Skor berubah menjadi 2-3 dan Stamford Bridge kembali bergemuruh menuntut gol penyeimbang.

Di sisa waktu pertandingan, Chelsea terus menggempur pertahanan Arsenal. Estêvão Willian dan Andrey Santos sempat mendapatkan peluang, namun penampilan gemilang Kepa Arrizabalaga, yang tampil menghadapi mantan klubnya, memastikan kemenangan tetap berada di tangan tim tamu.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!