Hansi Flick menolak untuk menyerah. Pelatih Barcelona itu menegaskan bahwa timnya harus membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin saat menjamu Atletico Madrid dalam leg kedua semifinal Copa del Rey malam nanti di Spotify Camp Nou.

Tertinggal agregat 0-4 setelah kehancuran total di Metropolitano tiga pekan lalu, Blaugrana berdiri di tepi jurang kegagalan. Namun, Flick tahu benar bahwa dalam sepak bola, momentum bisa berubah secepat kilat.

Tidak Akan Menyerah

Flick mengakui besarnya gunung yang harus didaki timnya. Kekalahan di leg pertama adalah salah satu yang terburuk dalam sejarah domestik klub, di mana gol bunuh diri Eric Garcia dan badai serangan dari Antoine Griezmann dkk. membuat Barca tak berdaya.

Baca juga: Hansi Flick Sebut Pembantaian 4-0 oleh Atletico sebagai Peringatan Keras

"Kami tertinggal empat gol dan kami harus mewujudkan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Itulah tujuannya. Ini tidak mudah. ​​Namun, kami tidak akan menyerah," kata Flick.

"Penting untuk menjaga gawang tetap bersih, tetapi kita harus percaya pada kekuatan kita dan bahwa kita dapat mencapainya... Anda harus selalu percaya. Misalnya, di setiap babak kita perlu mencetak dua gol."

Flick berharap pada keajaiban atmosfer Camp Nou dan catatan impresif 13 kemenangan beruntun di kandang musim ini sebagai modal psikologis untuk meruntuhkan mental baja skuad Diego Simeone.

Lewy Absen, Yamal Jadi Tumpuan

Harapan untuk melakukan Remontada mendapat hantaman keras dari ruang medis. Robert Lewandowski dipastikan absen setelah menderita patah tulang rongga mata kiri saat menang 4-1 atas Villarreal akhir pekan lalu.

Tanpa sang predator utama, beban mencetak gol kini beralih ke pundak bintang muda Lamine Yamal. 

Pemain berusia 18 tahun itu sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah mencetak hat-trick pertamanya di La Liga Sabtu lalu. Flick kemungkinan akan memasang Ferran Torres sebagai ujung tombak untuk mendukung pergerakan dinamis Yamal dan Raphinha.

“Kita harus mengatasi absennya Lewy. Kita kurang beruntung. Kehilangan pemain seperti dia, dan pemain lain yang tidak bisa hadir, adalah masalah, tetapi tim mengatasinya dengan baik,” ujar pelatih asal Jerman ini.

“Kita harus menekan mereka, memenangkan duel, dan mempersulit mereka. Kita tidak boleh kehilangan penguasaan bola, karena mereka sangat berbahaya dalam transisi... kita harus bermain sebagai satu tim, terutama besok.”

Tembok di Catalonia

Di sisi lain, Diego Simeone tetaplah Simeone. Meski unggul jauh, ia tidak memberikan ruang bagi rasa puas diri. Baginya, keunggulan empat gol melawan tim paling produktif di Spanyol (Barca telah mencetak 71 gol di liga musim ini) bukanlah alasan untuk bersantai.

Baca juga: Simeone Tak Mau Jemawa Meski Atletico Unggul 4 Gol Lawan Barcelona

Atletico kemungkinan besar akan memasang  pertahanan rapat untuk mematikan setiap jengkal ruang di kotak penalti. Satu gol tandang dari Julian Alvarez atau Alexander Sorloth malam ini praktis akan mengakhiri mimpi Barcelona.

Sejarah Remontada

Sejarah mencatat Barcelona adalah raja keajaiban di kompetisi piala, terutama kenangan abadi saat membalikkan keadaan lawan PSG di masa lalu. Namun, menghadapi tim asuhan Simeone yang sangat disiplin dalam bertahan adalah cerita yang berbeda.

Flick butuh lebih dari sekadar taktik; ia butuh keberanian, keberuntungan, dan efisiensi 100% di depan gawang. Jika Barca bisa mencetak gol di sepuluh menit pertama, Camp Nou akan membara. Jika tidak, malam ini akan menjadi pesta bagi tim tamu menuju final pertama mereka sejak 2013.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!