Asisten Amorim Ungkap Borok Internal Manchester United
Drama pasca-era Ruben Amorim di Manchester United memasuki babak baru yang cukup pedas. Dua bulan setelah pemecatan massal staf pelatih asal Portugal tersebut, Adelio Candido, salah satu asisten kepercayaan Amorim, akhirnya memecah keheningan dengan pernyataan yang menyudutkan struktur internal di Carrington.
Dalam sebuah wawancara blak-blakan dengan media Portugal, A Bola, Candido mengungkapkan rasa frustrasinya selama 14 bulan bertugas di Old Trafford. Ia menyebut bahwa visi taktis yang dibawa tim pelatih dari Sporting Lisbon tidak pernah benar-benar terwujud di lapangan hijau.
Gagal Terapkan Sistem Permainan
Ruben Amorim tiba di Manchester pada November 2024 dengan reputasi sebagai jenius taktik muda.
Namun, eksperimen sistem tiga bek (3-4-2-1) yang menjadi ciri khasnya justru menjadi benalu yang menghancurkan kariernya di Premier League.
Baca juga: Michael Carrick Senang Bawa Manchester United Tembus Tiga Besar
Candido memberikan sinyal kuat bahwa ada perlawanan, baik dari sisi teknis maupun adaptasi pemain, yang membuat filosofi mereka mandek.
"Pengalaman selalu tetap pengalaman," kata Candido, yang juga bekerja sama dengan Amorim di Braga dan Sporting CP.
"Baik hasil akhirnya baik atau buruk, kita selalu belajar. Saya sangat menyukai Manchester sebagai kota, cara para penggemar hidup dan bernapas dalam sepak bola, mereka melihat proyek ini daripada hasil jangka pendek.
"Yang kurang saya sukai, tanpa ragu, adalah perasaan bahwa ide-ide kami tidak sepenuhnya diimplementasikan."
Pernyataan ini seolah mengonfirmasi rumor adanya keretakan di ruang ganti sebelum Amorim dipecat pada Januari 2026.
Amorim memimpin United dalam 47 pertandingan di liga, dengan hanya memenangkan 15 pertandingan dengan persentase kemenangan 31,9%, terburuk dari semua manajer tetap United di Premier League (data Opta).
Harga Mahal Sebuah Kegagalan
Selain masalah taktik, laporan keuangan terbaru United yang dirilis ke Bursa Saham New York pekan lalu mengungkap betapa mahalnya proyek gagal ini.
Pemecatan Amorim dan asistennya, termasuk Candido, diperkirakan menelan biaya kompensasi hingga £15,9 juta (sekitar Rp357 miliar).
Jika digabungkan dengan biaya perekrutan dari Sporting dan pemecatan manajer sebelumnya, Erik ten Hag, total pergantian manajerial ini telah membakar dana klub lebih dari £30 juta dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
Baca juga: Onana Siap Berjuang Rebut Kembali Posisi Kiper Nomor Satu Manchester United
Disfungsi Carrington
Komentar Candido seolah menegaskan bahwa masalah di Manchester United jauh lebih dalam daripada sekadar siapa yang duduk di kursi manajer.
Jika asisten pelatih merasa ide mereka tidak tersampaikan, maka ada kegagalan komunikasi atau pembangkangan taktis yang terjadi di balik layar.
Kini, di bawah kendali Michael Carrick, United tampak bermain lebih lepas dan tidak terkalahkan dalam 7 laga serta memenangkan 6 laga di antaranya. Transformasi instan Benjamin Sesko yang mencetak tujuh gol dalam delapan laga setelah kepergian Amorim menjadi bukti nyata bahwa ide-ide staf Portugal tersebut mungkin memang tidak cocok dengan profil skuad yang ada.