Bonucci Bermimpi Guardiola Jadi Pelatih Timnas Italia
Bek legendaris Italia, Leonardo Bonucci, melontarkan gagasan berani terkait masa depan kursi kepelatihan Gli Azzurri. Di tengah duka nasional setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Bonucci menyebut nama Pep Guardiola sebagai sosok ideal untuk melakukan revolusi total.
Komentar ini muncul setelah mundurnya Gennaro Gattuso dari posisi pelatih kepala menyusul kekalahan tragis Italia dari Bosnia-Herzegovina di babak playoff Piala Dunia 2026 awal April ini.
Mimpi Datangkan Guardiola
Berbicara di sela-sela acara Laureus World Sports Awards di Madrid pada Selasa, Bonucci menegaskan bahwa Italia membutuhkan perubahan radikal, bukan sekadar perbaikan kecil.
Baca juga: "Bukan Masalah Taktik,” Calafiori Tanggapi Kegagalan Italia ke Piala Dunia
“Mengikuti daftar nama-nama yang muncul belakangan ini, jika ada keinginan tulus untuk memulai lagi, saya akan melakukannya dengan kemungkinan yang dirumorkan yaitu mendatangkan Pep Guardiola, karena mendatangkannya berarti membuat perubahan drastis dari masa lalu,” kata Bonucci.
Meski mengakui tantangan besar untuk menarik manajer Manchester City tersebut ke kancah internasional, mantan kapten Juventus ini tetap optimis.
“Saya pikir itu sangat sulit, tetapi bermimpi tidak membutuhkan biaya apa pun,” tambahnya.
Bangun Ulang Sepak Bola Italia
Bagi Bonucci, yang kini menjadi bagian dari struktur teknis federasi (FIGC), masalah yang dihadapi Italia sudah terlalu dalam untuk sekadar diselesaikan dengan pergantian nama biasa.
Ia menekankan perlunya pembangunan ulang mulai dari departemen pertahanan, yang dulunya merupakan standar emas sepak bola dunia, hingga filosofi permainan secara keseluruhan.
"Kita perlu memiliki keberanian untuk menghadapi apa yang terjadi agar kita bisa mendapatkan kembali rasa hormat dari seluruh dunia dan menjadi tim nasional hebat yang pernah menjadi juara dunia," ujarnya.
Baca juga: Donnarumma Bantah Kontroversi Bonus dan Beri Penghormatan untuk Gattuso
"Yang penting adalah membangun kembali sepak bola Italia, mulai dari bawah, dimulai dari lini pertahanan.
"Italia membutuhkan waktu dan kemitraan antara politik dan sepak bola agar keduanya dapat bergerak ke arah yang sama. Ada pemain muda dengan banyak bakat; kita perlu membina mereka dan membiarkan mereka berkembang, dan memulai dari awal. Satu-satunya formula ajaib adalah waktu."
Nama-Nama Lain dalam Bursa
Selain nama Guardiola, beberapa nama pelatih papan atas Italia seperti Antonio Conte dan Massimiliano Allegri juga mulai dikaitkan dengan kursi kosong tersebut. FIGC sendiri diperkirakan akan menunjuk pelatih permanen baru setelah pemilihan Presiden Federasi yang baru pada 22 Juni mendatang.
Untuk sementara, laga persahabatan melawan Yunani dan Luksemburg di bulan Juni akan dipimpin oleh pelatih Italia U-21, Silvio Baldini.