Lukaku Jadi Pembeda, Belgia Selamat dari Kekalahan usai Ditahan Imbang Mesir
Belgia beruntung bisa mengamankan hasil imbang 1-1 melawan Mesir yang tampil solid pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium. Gol spektakuler Emam Ashour di babak pertama nyaris membawa The Pharaohs meraih kemenangan bersejarah, sebelum masuknya Romelu Lukaku di babak kedua memicu gol penyeimbang yang memaksa kedua tim berbagi poin.
Hasil ini membuat persaingan di Grup G benar-benar sengit karena semua tim mengoleksi poin yang sama, menyusul hasil imbang 2-2 antara Iran dan Selandia Baru pada laga lainnya. Di hadapan 66.775 penonton yang memadati stadion, kedua tim raksasa ini menunjukkan mengapa grup ini diprediksi menjadi salah satu yang paling sulit ditebak di turnamen ini.
Kejeniusan Salah di Hari Ulang Tahun
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, sempat mengejutkan banyak pihak sebelum laga dimulai dengan menempatkan Mohamed Salah di posisi nomor 10 tepat di hari ulang tahunnya yang ke-34. Eksperimen taktis ini langsung membuahkan hasil manis. Salah menjadi motor serangan Mesir dan terus merepotkan lini belakang Belgia yang tampil terlalu berhati-hati.
Baca juga: Reuni Legenda Premier League, De Bruyne Antusias Hadapi Salah di Piala Dunia
Pada menit ke-19, Salah menguasai bola, memancing barisan pertahanan Belgia, lalu melepaskan umpan terukur kepada Ashour di tepi kotak penalti. Gelasndang Al Ahly tersebut melakukan satu kontrol apik sebelum melepaskan tembakan mendatar yang gagal dijangkau Thibaut Courtois. Gol internasional pertama Ashour ini langsung membuat tribun suporter Mesir bergemuruh.
Dampak Instan 28 Detik
Skuad Belgia asuhan Rudi Garcia tampil kurang kreatif di sebagian besar jalannya laga, meski sang maestro Kevin De Bruyne sudah berusaha keras mengatur ritme di lini tengah. Melihat timnya buntu, Garcia melakukan perubahan taktis pada menit ke-66 dengan memasukkan top skor sepanjang masa timnas, Romelu Lukaku, menggantikan Charles De Ketelaere.
Pergantian tersebut langsung membuahkan hasil instan. Tepat 28 detik setelah menginjakkan kaki di lapangan, bahkan sebelum ia menyentuh bola, keberadaan fisik Lukaku langsung menciptakan kepanikan di lini pertahanan Mesir.
Baca juga: Thibaut Courtois Isyaratkan Pensiun dari Timnas Belgia Usai Piala Dunia
Thomas Meunier mengirimkan umpan silang tajam dari sisi kanan menuju tiang jauh. Karena panik mengawal pergerakan udara Lukaku, bek Mesir Mohamed Hany salah mengantisipasi bola dan justru menyonteknya masuk ke gawang sendiri yang dikawal Mostafa Shobeir. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Akhir Laga yang Menegangkan
Gol penyeimbang tersebut mengubah sisa pertandingan menjadi duel terbuka yang sangat seru. De Bruyne mulai menunjukkan kejeniusannya dengan melepaskan umpan-umpan matang, termasuk memaksa Shobeir melakukan penyelamatan gemilang setelah menerima sundulan Brandon Mechele yang berawal dari kerja sama Amadou Onana dan Leandro Trossard.
Namun, Mesir tidak tinggal diam dan terus mengancam lewat serangan balik cepat. Omar Marmoush nyaris membawa Mesir kembali unggul pada menit ke-84, tetapi tembakan kerasnya berhasil diblok dengan heroik oleh Mechele. Lukaku juga menyia-nyiakan peluang emas untuk mengunci kemenangan pada menit ke-88 setelah sundulannya memanfaatkan umpan Nicolas Raskin malah melambung di atas mistar gawang.
Pada akhirnya, hasil imbang menjadi cerminan adil dari duel taktis yang berjalan sengit ini. Mesir membuktikan bahwa mereka memiliki pertahanan kokoh dan bintang yang mampu membuat perbedaan, sementara Belgia harus segera berbenah sebelum menghadapi Iran pada laga berikutnya di Los Angeles.