Siapa Pemenang di Piala Dunia 2010?
Spanyol menobatkan diri sebagai penguasa sepak bola dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah sukses menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Keberhasilan La Roja merengkuh trofi berlapis emas tersebut dipastikan lewat kemenangan dramatis 1-0 atas Belanda di partai final, berkat gol ikonik Andrés Iniesta pada menit ke-116 babak perpanjangan waktu di Soccer City Stadium.
Pencapaian ini sekaligus mematahkan kutukan bertahun-tahun sebagai tim pelengkap turnamen besar dan melengkapi status mereka sebagai raja sepak bola baru menyusul kesuksesan di Euro 2008.
Kejutan Swiss dan Kebangkitan di Fase Grup
Perjalanan skuad asuhan Vicente del Bosque menuju takhta juara sejatinya tidak diawali dengan mudah. Tergabung dalam Grup H, Spanyol langsung dikejutkan oleh kekalahan tipis 0-1 dari Swiss pada pertandingan pembuka melalui gol tunggal Gelson Fernandes.
Baca juga: Piala Dunia 2034 di Mana? Langkah Arab Saudi Persiapkan Turnamen Akbar
Kekalahan mengejutkan ini sempat memicu keraguan besar dari para pengamat sepak bola, mengingat belum pernah ada satu pun negara yang berhasil menjadi juara dunia setelah menderita kekalahan di laga pertama fase grup.
Kendati berada di bawah tekanan masif, Iker Casillas dan kolega menunjukkan ketenangan luar biasa. Mereka langsung bangkit pada laga kedua dengan menumbangkan Honduras 2-0 melalui borongan dua gol dari David Villa.
Pada laga pamungkas grup yang menentukan, gaya operan pendek cepat khas tiki-taka Spanyol berhasil meredam perlawanan agresif Chile dengan skor 2-1 lewat sumbangan gol David Villa dan Andrés Iniesta, yang sekaligus memastikan langkah mereka lolos ke babak gugur sebagai juara grup.
Konsistensi Skor Tipis Menuju Partai Puncak
Memasuki fase sistem gugur, Spanyol bertransformasi menjadi mesin turnamen yang sangat pragmatis, klinis, dan sulit ditembus. Di babak 16 besar, Spanyol terlibat dalam duel sengit melawan tetangga mereka, Portugal. Melalui kendali lini tengah yang dominan dari Xavi Hernandez dan Andrés Iniesta, La Roja berhasil mengunci kemenangan 1-0 berkat gol krusial David Villa pada menit ke-63.
Baca juga: Rekor di Piala Dunia: 8 Pemain Usia Kepala Empat Siap Merumput
Ujian mental sesungguhnya terjadi di babak perempat final saat berhadapan dengan Paraguay. Laga tersebut berjalan penuh drama dengan adanya kegagalan eksekusi penalti dari kedua tim, sebelum akhirnya sontekan David Villa yang membentur dua tiang gawang memastikan kemenangan 1-0 lainnya untuk Spanyol.
Tren kemenangan dengan skor identik berlanjut di babak semifinal dalam laga ulangan final Euro 2008 melawan Jerman. Sundulan bertenaga dari bek veteran Carles Puyol menyambut umpan sepak pojok di menit ke-73 menjadi satu-satunya pembeda yang meloloskan Spanyol ke final Piala Dunia pertama mereka.
Drama Babak Perpanjangan Waktu di Johannesburg
Partai final melawan Belanda di Johannesburg tercatat sebagai salah satu laga paling keras dan penuh ketegangan dalam sejarah turnamen. Belanda mencoba merusak ritme mengalir Spanyol dengan permainan fisik yang sangat agresif, memaksa wasit Howard Webb mengeluarkan rekor 14 kartu kuning sepanjang laga.
Baca juga: Lokasi Base Camp dan Latihan untuk 48 Tim di Piala Dunia 2026
Kiper sekaligus kapten Iker Casillas tampil sebagai pahlawan di bawah mistar gawang dengan melakukan penyelamatan legendaris menggunakan ujung sepatunya untuk menggagalkan peluang emas satu lawan satu dari Arjen Robben.
Setelah bermain tanpa gol selama 90 menit penuh, drama mencapai puncaknya di babak perpanjangan waktu, tepat setelah bek Belanda John Heitinga diganjar kartu merah.
Empat menit sebelum babak adu penalti dimulai, Cesc Fàbregas melepaskan umpan matang di dalam kotak penalti yang langsung disambut dengan sepakan voli kaki kanan yang keras oleh Andrés Iniesta ke pojok kiri gawang Belanda. Gol tunggal tersebut tidak hanya memastikan kemenangan 1-0 keempat secara beruntun di fase gugur, tetapi juga menasbihkan generasi emas Spanyol sebagai salah satu tim terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola dunia.