Aston Villa: Emery Enggan Disebut Raja Europa League Jelang Final Kontra Freiburg
Manajer Aston Villa, Unai Emery, menepis pujian yang menyebut dirinya sebagai "raja" Liga Europa. Ia menegaskan bahwa empat gelar juara yang diraihnya di masa lalu tidak akan berpengaruh apa-apa pada laga final hari Kamis (21/5) melawan tim asal Jerman, SC Freiburg.
Berbicara dalam konferensi pers sebelum pertandingan pada di Stadion Tüpraş, taktisi berusia 54 tahun asal Basque tersebut mengabaikan penghargaan individu demi menjaga fokus sepenuhnya pada tantangan yang ada di depan mata.
“Saya bukan ‘raja’ dalam kompetisi ini. Saya sekarang, sekali lagi, bersama Aston Villa dalam babak baru. Semua yang telah saya lakukan telah selesai, dan tentu saja, itu ada di momen ini,” kata Emery.
“Tetapi dengan kekalahan, saya tidak akan menang besok. Saya perlu menang besok dengan para pemain yang kita miliki sekarang, dengan Aston Villa sekarang, dengan lawan yang akan kita hadapi besok sekarang. Ini adalah cara baru, momen baru, dan semoga era baru.”
Babak Baru Villa
Emery memegang rekor bersejarah dalam turnamen ini setelah berhasil membawa Sevilla meraih tiga gelar berturut-turut antara tahun 2014 dan 2016, serta mengangkat trofi keempat bersama Villarreal pada tahun 2021. Pertandingan puncak di Istanbul menandai penampilannya yang keenam di final Liga Europa.
Baca juga: Villa Ditahan Imbang Burnley 2-2, Perburuan Tiket Liga Champions Kian Sengit
Meski memiliki rekam jejak yang luar biasa, Emery menekankan bahwa pencapaian sebelumnya tidak memberikan keuntungan apa pun saat peluit tanda pertandingan dimulai berbunyi.
Sebaliknya, ia mendesak skuadnya untuk menyamai intensitas dan motivasi lawan mereka dari Bundesliga. Freiburg, yang dipimpin oleh pelatih kepala berusia 41 tahun Julian Schuster, akan tampil di final kompetisi Eropa besar pertama dalam 122 tahun sejarah klub mereka.
“Dan sepak bola itu sangat sulit. Untuk menang dalam sepak bola, itu cukup sulit, dan untuk memenangkan trofi jauh lebih sulit. Dan secara realistis, tentu saja saya senang dengan semua yang telah kami lakukan,” jelas Emery.
“Tetapi, saya tahu besok akan sangat sulit, dan jika Anda tidak menghormati lawan, Anda akan lebih dekat dengan kekalahan.
“Jika Anda tidak menghormati Eropa seperti yang kami lakukan selama proses ini, kami tidak akan berada di sini. Ini adalah mentalitas kuat yang kami miliki sebelumnya, tetapi kami harus menunjukkan mentalitas yang sama besok.”
"Kami harus menghormati kompetisi ini, dan menghormati Freiburg," tambah Emery. "Kami harus menunjukkan seberapa besar kami menginginkan trofi ini, karena sangat jelas bahwa Freiburg menginginkannya dan mereka sangat bersemangat. Kami harus menyamai atau bahkan melampaui motivasi mereka. Freiburg berada di sini karena mereka layak."
Perburuan Trofi Aston Villa
Meskipun Aston Villa telah memastikan tempat di Liga Champions UEFA musim depan melalui posisi mereka di liga domestik, pertandingan ini merupakan momen krusial bagi klub. Tim berjuluk The Villans tersebut mengincar trofi mayor pertama mereka sejak memenangkan Piala Liga pada tahun 1996.
Baca juga: Watkins Puji Kejeniusan Emery Usai Villa Segel Tiket Final Europa League
Villa memasuki laga final sebagai tim yang diunggulkan, didukung oleh performa impresif yang membuat mereka sukses menyingkirkan Lille dan Bologna di fase gugur. Namun, Emery memperlakukan laga ini sebagai babak baru bagi klub yang sedang membangun identitas Eropanya selangkah demi selangkah.
“Kami sudah memainkan cukup banyak pertandingan di Eropa, dan pengalaman-pengalaman itu sangat penting bagi kami,” ucap eks pelatih Arsenal ini.
“Bagaimana kami bermain selama proses tahun ini, bagaimana kami bermain tahun lalu, leg pertama, leg kedua, berbagai babak, grup, dan betapa pentingnya babak baru yang akan datang, untuk bermain di final, tetapi kami harus berjuang untuk semua yang kami miliki di sini, membangun di sini, belajar, untuk mencoba mempersiapkan diri untuk hari esok di lapangan.”