Inggris 2-1 RD Kongo: Dua Gol Telat Kapten Kane Loloskan Tiga Singa
Harry Kane mencetak dua gol di sisa 15 menit pertandingan untuk membawa Inggris berbalik menang 2-1 atas RD Kongo secara dramatis di Stadion Atlanta. Sempat tertinggal akibat gol cepat Brian Cipenga di babak pertama, skuad asuhan Thomas Tuchel nyaris mencatatkan aib terbesar dalam sejarah sepak bola modern mereka sebelum sang kapten membalikkan keadaan. Hasil ini memastikan Tiga Singa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk menantang tuan rumah Meksiko di Mexico City.
Pertandingan ini mencetak sejarah tersendiri bagi Inggris. Untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia, Inggris mampu keluar sebagai pemenang setelah sempat tertinggal di babak pertama. Namun, di balik perayaan emosional tersebut, Tuchel menyadari bahwa performa anak asuhnya masih jauh dari kata memuaskan dan menyisakan banyak pekerjaan rumah yang krusial.
Kejutan Kilat dan Frustrasi Babak Pertama
DR Congo langsung tampil tanpa beban sejak peluit pertama dibunyikan. Laga baru berjalan tujuh menit ketika kejutan besar itu terjadi. Memanfaatkan rapuhnya koordinasi lini belakang Inggris, Chancel Mbemba mengirim umpan silang matang yang berhasil diselesaikan dengan sepakan mendatar Brian Cipenga ke tiang dekat tanpa mampu dihalau Jordan Pickford. Skor 1-0 untuk keunggulan Macan Tutul membuat seisi stadion bergemuruh.
Alih-alih langsung bangkit, Inggris justru tampil gugup dan sering kehilangan penguasaan bola. Eksperimen taktik Tuchel menempatkan Nico O'Reilly di posisi yang kurang familiar membuat transisi tim terlihat kacau. Di sisi lain, kiper DR Kongo, Lionel Mpasi, tampil bak pahlawan dengan menggagalkan tiga peluang emas dari Jude Bellingham serta aksi penyelamatan garis gawang oleh Aaron Wan-Bissaka yang mementahkan sepakan Marcus Rashford.
Baca juga: Pickford Tegaskan Skuad Inggris Siap Perang untuk Tuchel
Inggris bahkan beruntung tidak tertinggal lebih jauh sebelum turun minum. Pada menit ke-42, Yoane Wissa yang lolos dari kawalan melepaskan tembakan jarak dekat, namun bola masih membentur tiang gawang Pickford. Babak pertama ditutup dengan ketegangan setelah Harry Kane tidak diberikan penalti karena merasa dirinya dijatuhkan Mpasi di kotak terlarang.
Perubahan Taktik yang Mengubah Takdir
Menyadari ambisi Piala Dunianya berada di ujung tanduk, Tuchel melakukan rotasi krusial pada menit ke-60 dengan memasukkan Anthony Gordon dan Bukayo Saka. Masuknya Gordon terbukti menjadi pembeda lewat tusukan-tusukan vertikal yang langsung menghidupkan kreativitas serangan Inggris.
Skenario penyelamatan dimulai pada menit ke-75. Kombinasi operan di sisi kanan antara Saka, Eberechi Eze, dan Declan Rice membuat Gordon bergerak bebas di sisi sebaliknya untuk melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan. Harry Kane dengan insting predatornya melompat paling tinggi untuk menyundul bola merobek jala Mpasi. Gol ini tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga menyamai rekor 12 gol Piala Dunia milik legenda Brasil, Pelé.
Baca juga: Madueke Janjikan Inggris Tampil Lebih Cair, Tapi Haram Remehkan Kongo
DR Kongo yang mulai kehabisan stamina akhirnya runtuh pada menit ke-86. Menerima sodoran pendek dari Gordon di luar kotak penalti, Kane memutar badan, mengecoh bek lawan, dan melepaskan tembakan roket kaki kanan yang menghujam deras ke pojok atas gawang. Skor berbalik 2-1 dan memastikan langkah dramatis Inggris ke fase gugur.
Menatap Laga Berat di Azteca
Meski DR Kongo sempat mengurung pertahanan Inggris di masa injury time, termasuk peluang terakhir Wissa yang melambung tipis di atas mistar, skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang berbunyi. Inggris berhak memesan tiket ke Stadion Azteca untuk menghadapi Meksiko pada 6 Juli mendatang.
Thomas Tuchel patut bernapas lega berkat magis sang kapten, namun ia wajib membenahi lini pertahanan timnya yang sangat rapuh. Melawan tim sekelas Meksiko di hadapan pendukung mereka sendiri, performa angin-anginan seperti malam ini bisa menjadi tiket pulang yang sangat cepat bagi Inggris.