Madueke Janjikan Inggris Tampil Lebih Cair, Tapi Haram Remehkan Kongo
Penyerang sayap tim nasional Inggris, Noni Madueke, menegaskan bahwa skuad Tiga Singa haram hukumnya memandang sebelah mata Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) dalam laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Bintang Arsenal tersebut menuntut performa lini serang yang jauh lebih tajam dan mengalir, berkaca pada hasil imbang tanpa gol yang mengecewakan saat melawan Ghana di laga terakhir fase grup.
Buntu di Babak Grup
Pasukan Thomas Tuchel memang sukses melaju ke fase gugur sebagai juara Grup L. Namun, performa monoton di Boston kala menghadapi pertahanan rapat Ghana memicu gelombang kritik dari publik dan pandit.
Menghadapi DR Kongo yang diprediksi akan menerapkan taktik bertahan serupa, Madueke memastikan bahwa skuad Inggris telah mengevaluasi taktik mereka demi membongkar pertahanan lawan di Atlanta nanti.
Baca juga: Tuchel Peringatkan Inggris, Jangan Panik Hadapi Pertahanan Rapat Kongo
“Tentu saja, ketika Anda bermain melawan Inggris, secara alami Anda akan memiliki pendekatan defensif karena kualitas tim kami. Dari perspektif kami, kami memiliki pola yang sama dan kami akan mencoba menerapkannya sedikit lebih baik daripada yang kami lakukan di pertandingan terakhir melawan Ghana, yang mungkin akan mirip dengan pertandingan ini,” kata Madueke.
Menembus Tembok Pertahanan Rendah
Membongkar pertahanan lawan yang menumpuk pemain di area penalti, atau dikenal dengan istilah low block, menjadi tantangan terbesar sepak bola internasional modern saat ini. Madueke pun membela timnya dengan menyebut bahwa negara-negara raksasa lain seperti Spanyol dan Portugal juga kerap dibuat frustrasi oleh strategi serupa.
“Bukan hanya kami. Saya rasa setiap tim mengalami kesulitan dengan lawan yang menempatkan 11 pemain dalam ruang 30 meter. Tidak mudah untuk menembusnya. Saya pikir kita juga telah melihat negara-negara top lainnya kesulitan. Spanyol, Portugal di pertandingan terakhir. Itu hanya bagian dari sepak bola sekarang,” jelas Madueke.
Namun, di bawah asuhan Tuchel, standar tinggi tetap menjadi harga mati. Untuk memantik kreativitas di lini depan, Madueke melihat persaingan internal yang sehat sebagai sebuah keuntungan. Berbagi peran di sektor sayap kanan bersama rekan seklubnya di Arsenal, Bukayo Saka, ia menilai persaingan ini justru mendongkrak performa tim.
Baca juga: Satu Visi di Piala Dunia, Madueke Tegaskan Tak Ada Rasa Cemburu Terhadap Saka
“Saya merasa Anda harus selalu berada di level tertinggi karena Anda tahu ada pemain top yang menunggu dan berusaha untuk masuk ke tim. Saya pikir persaingan sehat seperti itu bagus. Bermain untuk Arsenal dan Inggris, Anda tidak benar-benar membutuhkan orang lain untuk membuat Anda tetap berada di level tertinggi,” ujarnya.
Bersiap Hadapi Segala Skenario
Memasuki fase gugur berarti risiko pulang lebih awal menjadi sangat nyata. Mengingat sejarah panjang Inggris yang kerap dihantui drama adu penalti, Madueke mengonfirmasi bahwa timnya telah melakukan latihan tendangan penalti secara intensif. Keteguhan mental di lapangan akan menjadi kunci utama selain fluiditas taktik.
DR Kongo sendiri bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng. Diperkuat talenta Premier League seperti Yoane Wissa, Aaron Wan-Bissaka, dan Axel Tuanzebe, tim berjuluk The Leopards ini sudah membuktikan ketangguhan mereka dengan menahan imbang Portugal di fase grup. Jika Inggris ingin melangkah lebih jauh, mereka wajib mengombinasikan kreativitas taktik dengan rasa percaya diri tinggi yang disebut Madueke sebagai modal utama para pemain terbaik dunia.