Petkovic Tegaskan Kedekatannya dengan Swiss Bukan Keuntungan Bagi Aljazair

Petkovic Tegaskan Kedekatannya dengan Swiss Bukan Keuntungan Bagi Aljazair
3/07/2026 - 00:01 WIB
9

Pelatih kepala Aljazair, Vladimir Petković, menegaskan bahwa sejarah panjangnya bersama tim nasional Swiss tidak akan memberikan keuntungan apa pun bagi timnya. Aljazair dijadwalkan bentrok dengan Swiss di babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang akan digelar di BC Place, Vancouver.

Meski sempat menukangi Swiss selama tujuh tahun (2014–2021) dan mengenal luar dalam karakter mayoritas pemain lawan, juru taktik berusia 62 tahun itu menolak narasi bahwa duel ini akan berjalan mudah bagi Aljazair. Bagi Petković, romantisme masa lalu sama sekali tidak berlaku di atas lapangan hijau.

"Ini bukan duel Petković melawan Yakin, ini adalah Aljazair melawan Swiss," tegas Petković. "Tim Swiss telah berevolusi, begitu pula kami. Saya tentu senang bisa bertemu kembali dengan para pemain yang pernah saya latih, tetapi kami punya tugas besar untuk masyarakat Aljazair.”

Fokus Penuh pada Target

Petković memang memiliki rekam jejak emas bersama La Nati, julukan timnas Swiss, termasuk saat membawa mereka melaju hingga babak gugur di Piala Dunia 2018. 

Namun, arsitek tim kelahiran Sarajevo yang juga memegang paspor Swiss ini memastikan fokusnya saat ini 100 persen tertuju pada skuad Desert Foxes.

Baca juga: Aljazair Menang Comeback 2-1, Yordania Tersingkir dari Piala Dunia

Ia tidak menampik bahwa dirinya masih rutin menyaksikan pertandingan-pertandingan Swiss, tetapi ia mengingatkan bahwa hasil akhir akan ditentukan oleh kesiapan taktik di lapangan, bukan oleh memori di kepala pelatih.

“Saya seorang profesional dan selalu fokus pada tim yang saya latih dan berusaha memberikan segalanya untuk mereka. Sebelum dan sesudah pertandingan, saya terbuka dan peka terhadap kemungkinan bertemu kembali dengan orang-orang yang saya kenal, tetapi saya tidak ingin mencampuradukkan hal itu dengan hasil pertandingan,” tambahnya.

Status Kuda Hitam yang Menguntungkan

Aljazair lolos ke babak 32 besar setelah melewati perjuangan dramatis di Grup J. Sempat tumbang 0-3 dari Argentina, Riyad Mahrez dan kolega bangkit menumbangkan Yordania 2-1, sebelum akhirnya mengunci tiket lewat hasil imbang 3-3 yang menegangkan kontra Austria.

Ini merupakan kali kedua sepanjang sejarah Aljazair berhasil lolos dari fase grup Piala Dunia, setelah yang pertama pada edisi 2014 silam. Status non-unggulan ini justru dinilai Petković menjadi keuntungan psikologis bagi anak asuhnya.

“Tekanan ada pada Swiss karena mereka secara terbuka menyatakan ingin lolos ke perempat final dan kami telah mengamankan dua tujuan dengan lolos ke turnamen dan kemudian keluar dari babak grup, tetapi kami juga ingin menang dan terus melaju,” jelasnya.

Baca juga: Swiss 2-1 Kanada: Gol Vargas dan Manzambi Amankan Status Juara Grup B

“Kami telah melihat foto dan video orang-orang di Aljazair yang merayakan kesuksesan kami dan kami akan memiliki hampir 30.000 penggemar di sini. Ini adalah pertandingan yang harus kami menangkan dan untuk melakukannya kami harus menunjukkan darah, keringat, dan air mata.”

Reuni Mentor dan Murid

Menariknya, laga ini juga menjadi panggung reuni bagi kedua pelatih. Bos Swiss saat ini, Murat Yakin, merupakan sosok yang pernah menimba ilmu dan melakukan magang kepelatihan di bawah bimbingan Petković saat masih menukangi klub Young Boys.

Yakin pun tidak segan melontarkan pujian bagi sang mantan mentor, meski ia memastikan tidak akan ada rasa sungkan saat strategi mulai berbenturan di lapangan.

“Kami saling menyukai dan saling mengenal dengan baik. Saya pikir kami adalah pelatih yang mirip, dengan profil yang serupa. Saya berkesempatan untuk magang di Young Boys, ketika saya sedang mengambil diploma kepelatihan, dan melihat cara kerjanya serta cara dia memimpin timnya,” ujar Yakin

“Dia telah berkembang dan saya juga telah berkembang, jadi kami tidak dapat membandingkan perjalanan kami, tetapi saya dapat berbicara tentang dia sebagai pribadi. Dia selalu ramah dan hormat, seperti halnya kami di antara para pelatih, dan saya akan sangat senang bertemu dengannya besok.”

Dengan atmosfer stadion BC Place yang diperkirakan akan dipadati oleh sekitar 30.000 pendukung Aljazair, Petković menuntut konsentrasi penuh dari armadanya untuk menciptakan kejutan besar.

“Saya tentu saja memperkirakan pertandingan yang sulit. Dan untuk memenangkan pertandingan, kita perlu memberikan 120 persen kemampuan kita melawan tim Swiss yang sangat bagus,” pungkas Petković.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...