Pencarian pelatih baru Tim Nasional Italia berubah menjadi krisis politik yang memanas. Legenda sepak bola Italia, Gianni Rivera, melontarkan kritik pedas terkait carut-marut kepemimpinan di tubuh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Langkah penunjukan Andrea Pirlo sebagai juru taktik Azzurri mendadak dibatalkan akibat keterikatannya dengan perusahaan judi asal Rusia yang terlarang. Peraih Ballon d’Or 1969 tersebut tidak menahan diri saat mengkritik proses seleksi yang berada di bawah pengawasan direktur teknis anyar FIGC, Paolo Maldini.

Skandal Libatkan Pirlo

Prahara ini mencuat tepat ketika Pirlo digadang-gadang akan mengambil alih kursi kepelatihan timnas setelah opsi utama seperti Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran tersebut.

Baca juga: Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Italia Kembali Krisis

Namun, tekanan politik meningkat tajam usai terungkapnya kesepakatan komersial Pirlo sebagai duta merek Fonbet, operator taruhan besar asal Rusia yang terlarang di Italia. 

Mantan pelatih Juventus itu bahkan sempat menghadiri acara promosi di Moskow pada Mei 2026. Mengingat iklan perjudian dilarang keras di bawah hukum Italia, kabar ini langsung memicu gelombang protes dari kalangan politik maupun olahraga.

“Pirlo bukanlah orang yang tepat,” tegas sosok berusia 82 tahun kepada surat kabar Repubblica.

“Mengenai hubungannya dengan Rusia, kita harus sangat tegas. Di saat seperti ini, hubungan serupa akan membahayakan reputasi seluruh gerakan sepak bola Italia.

“Dia bukanlah orang yang tepat untuk memimpin Nazionale, dan saya terkejut ada yang berpikir dia bisa.”

Meski Maldini dilaporkan terus mendesak agar kontrak mantan rekan setimnya di AC Milan tersebut segera difinalisasi, Presiden FIGC Giovanni Malagò akhirnya turun tangan untuk memblokir penunjukan tersebut.

Rivera, yang juga pernah berkarier di Parlemen Italia, mengaku heran bagaimana konflik kepentingan sebesar ini bisa luput dari perhatian para pembuat keputusan.

"Saya pikir dan berharap Maldini tidak mengetahui hubungan ini dengan perusahaan perjudian di Moskow," tambah Rivera, memberi peringatan terbuka kepada sesama ikon AC Milan itu.

FIGC Oleng, Pirlo Beri Pembelaan

Pirlo menggunakan media sosial untuk merespons kritik yang mengarah padanya, mencoba mengklarifikasi bahwa kerja sama komersial tersebut murni bersifat profesional dan terpisah dari urusan politik maupun tim nasional.

"Kolaborasi profesional yang menjadi subjek kontroversi saat ini terjadi sebagai bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan secara eksklusif bersifat komersial serta olahraga," tulis Pirlo melalui akun Instagram miliknya. 

Baca juga: Pirlo Batal Tukangi Timnas Italia usai Terseret Skandal

“Mengaitkan makna politik dengan kolaborasi ini berarti mengaitkan keyakinan kepada saya yang tidak pernah saya ungkapkan dan yang tidak saya pegang.”

“Sangat disayangkan bahwa keputusan yang didasarkan pada alasan olahraga dengan cepat diseret ke dalam perdebatan publik yang akhirnya mengaitkan motif dan niat pada nama yang sebenarnya tidak pernah ada.”

Kendati telah memberikan klarifikasi, Pirlo mengonfirmasi bahwa dirinya telah diberitahu bahwa namanya tidak lagi masuk dalam bursa calon pelatih timnas.

Dampak dari skandal ini kini mengancam stabilitas internal FIGC. Sejumlah laporan media lokal menyebutkan bahwa Maldini mundur dari jabatannya sebagai direktur teknis setelah kandidat utamanya ditolak secara terbuka, meninggalkan juara dunia empat kali tersebut dalam krisis kepemimpinan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!