Gelandang Belgia Amadou Onana menegaskan dirinya siap diplot sebagai bek tengah di Piala Dunia mendatang jika tim membutuhkan. Pernyataan ini muncul setelah bintang Aston Villa tersebut sukses mengawal formasi baru Belgia saat menumbangkan Kroasia 2-0 dalam laga uji coba di Stadion HNK Rijeka.

Gol dari Youri Tielemans dan gol telat Romelu Lukaku di masa injury time memastikan kemenangan Belgia di Stadion HNK Rijeka. Namun, topik utama yang paling hangat diperbincangkan adalah keputusan berani Rudi Garcia yang merombak total struktur taktis tim.

Eksperimen Skema Tiga Bek

Biasanya diandalkan sebagai perusak alur serangan lawan di lini tengah, pemain berusia 24 tahun ini secara mengejutkan diminta turun lebih dalam untuk mengawal skema tiga bek sejajar. Onana memimpin barisan pertahanan muda yang eksperimental bersama Arthur Theate dan Nathan Ngoy.

Perubahan struktural ini sukses membuat lini tengah veteran Kroasia mati kutu. Menghadapi barisan gelandang legendaris sekelas Luka Modrić dan Mateo Kovačić, Onana memanfaatkan postur tubuhnya yang mencapai 1,95 meter, kecepatan, serta kemampuannya membaca permainan untuk memutus aliran bola tuan rumah. Didukung oleh aksi gemilang Thibaut Courtois yang kembali mengawal gawang, lini belakang baru Belgia ini sukses meredam setiap gelombang serangan dan membatasi Kroasia hingga hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Baca juga: Tielemans dan Lukaku Segel Kemenangan Belgia di Kandang Kroasia

Demi Kebutuhan Tim

Berbicara setelah pertandingan, antusiasme Onana terhadap peran barunya terlihat sangat jelas. Alih-alih melihat perubahan posisi ini sebagai pembatasan insting menyerangnya, mantan pemain Everton dan Lille ini justru menyambutnya sebagai bukti evolusi taktik Belgia.

"Saya merasa nyaman di posisi itu," kata Onana. "Kemitraan dengan Arthur dan Nathan berjalan cukup baik. Mereka juga menjalankan peran mereka dengan sangat efektif. Untuk gladi bersih pertama, ini tentu saja tidak buruk sama sekali.

"Saya sudah beberapa kali bermain di sana sebelumnya. Tim adalah yang utama. Saya seorang gelandang, itu posisi favorit saya, tetapi jika mereka membutuhkan saya di belakang, saya akan melakukannya. Bahkan jika pelatih membutuhkan saya di depan sebagai striker, saya akan bermain di sana.

"Saya merasa paling nyaman di lini tengah dan saya percaya bahwa suatu hari nanti saya bisa menjadi salah satu pemain terbaik di dunia di posisi itu. Namun, Piala Dunia adalah prioritas saat ini, dan jika saya harus bermain di lini pertahanan, saya akan melakukannya tanpa mengeluh. Saya merasa nyaman di sana kemarin juga."

Baca juga: Ujian Terakhir di Chicago: Meksiko Tahan Imbang Belgia 1-1

Keputusan Garcia untuk menarik Onana lebih ke belakang juga menyelesaikan masalah struktural yang dialami Red Devils selama ini. Strategi ini memberikan keleluasaan bagi Youri Tielemans dan Nicolas Raskin untuk bermain lebih menusuk ke depan sekaligus menutup ruang gerak Kroasia dalam membangun momentum.

Pujian dari Pelatih

Transformasi kilat Onana tidak luput dari apresiasi sang manajer. Rudi Garcia memuji kedewasaan bermain yang ditunjukkan oleh gelandang berusia 24 tahun itu, yang dinilainya mampu membaca permainan dengan sangat cerdas meskipun bermain di luar posisi naturalnya.

"Ini memberi kita lebih banyak variasi dalam permainan kita, terutama karena kita memiliki banyak pemain yang cukup serbaguna untuk beroperasi dalam sistem ini," katanya.

"Tentu saja, masih ada hal-hal yang dapat ditingkatkan. Tetapi setidaknya sekarang kita tahu bahwa kita dapat menggunakan sistem ini untuk memulai pertandingan atau beralih ke sistem ini selama pertandingan dan bahwa kita juga dapat mencapai hasil dengan sistem ini.

"Karena dia secara alami lebih merupakan seorang gelandang, ini memberi kita pilihan untuk memindahkannya ke berbagai posisi. Kita melihat (melawan Kroasia) bahwa dia memiliki semua kualitas yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan ini dengan sukses."

Dengan keberhasilan eksperimen taktis ini dan atmosfer tim yang kian positif, Belgia dijadwalkan melakoni laga uji coba pemanasan terakhir melawan Tunisia di Brussels pada hari Sabtu. Laga tersebut akan menjadi ujian final untuk mematangkan sistem baru ini sebelum armada Setan Merah terbang menuju Amerika Utara dengan keyakinan penuh.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!