Gelandang andalan Napoli dan tim nasional Belgia, Kevin De Bruyne, menegaskan bahwa dirinya berada dalam kondisi siap tempur menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Pemain berusia 34 tahun tersebut mengakui bahwa cedera parah yang menimpanya di awal musim bersama Napoli adalah sebuah hal yang sangat disayangkan, namun keputusan untuk menyelesaikan proses rehabilitasi di kampung halamannya, Belgia, terbukti menjadi langkah terbaik.

Pernyataan ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh publik sepak bola Belgia, mengingat peran vital sang playmaker yang sempat diragukan tampil di turnamen akbar empat tahunan ini akibat masalah hamstring yang berulang.

Sempat Dihantui Trauma Cedera Lama

Perjalanan De Bruyne menuju Piala Dunia musim ini tidaklah mudah. Setelah memutuskan bergabung dengan Napoli dengan status bebas transfer dari Manchester City pada musim panas lalu, ia langsung tampil moncer di Serie A. Namun, petaka datang pada akhir Oktober ketika ia menderita cedera hamstring parah yang memaksanya absen dalam 30 pertandingan, baik untuk klub maupun negaranya.

De Bruyne tidak menampik bahwa ada rasa takut yang sempat menghantuinya saat cedera tersebut kembali kambuh, mengingat ia pernah mengalami masalah serupa beberapa tahun lalu.

Baca juga: Siap Jadi Bek di Piala Dunia, Onana Ungkap Kunci Sukses Eksperimen Taktik Belgia

"Sangat sulit untuk menjelaskannya di depan kamera. Pada awalnya, saya merasa takut karena saya sudah pernah mengalami cedera hamstring dua tahun lalu," ungkap De Bruyne. "Itulah mengapa saya memutuskan untuk melakukan rehabilitasi di sini (Belgia). Saya memiliki kepercayaan penuh pada Lieven (Maesschalck) dan seluruh staf medisnya."

Keputusan Terbaik Demi Hindari Kambuh

Alih-alih bertahan di fasilitas medis Napoli, De Bruyne memilih pulang ke Belgia untuk menyelesaikan fase akhir pemulihannya langsung di atas lapangan. Langkah strategis ini terbukti membuahkan hasil positif tanpa adanya kendala atau kemunduran selama proses tersebut berjalan.

Mantan maestro Premier League ini merasa sangat bersyukur karena keputusannya didukung penuh oleh pihak klub dan tim nasional, sehingga ia bisa fokus mengembalikan sentuhan magisnya tanpa tekanan.

"Kami memutuskan untuk membawa bagian akhir dari pekerjaan di lapangan ke Belgia. Pada praktiknya, saya menghabiskan seluruh periode rehabilitasi di sini, dan saya pikir itu adalah pilihan terbaik," tambah De Bruyne. 

"Saya tidak pernah mengalami kambuh atau momen di mana saya merasa tidak enak badan. Saya tidak merasakan sakit atau ketidaknyamanan sama sekali. Sangat disayangkan karena saya memulai musim ini dengan sangat baik dan merasa dalam performa terbaik, tetapi sekarang saya menatap ke depan dengan keyakinan penuh."

Baca juga: Tielemans dan Lukaku Segel Kemenangan Belgia di Kandang Kroasia

Amunisi Vital Setan Merah di Grup G

Kembalinya De Bruyne ke tingkat kebugaran yang ideal terjadi di saat yang sangat krusial bagi Belgia. Skuad The Red Devils dijadwalkan akan memulai kampanye Piala Dunia mereka pada 16 Juni mendatang melawan Mesir, sebelum menghadapi Iran dan Selandia Baru di babak penyisihan Grup G.

Meskipun De Bruyne mengakui bahwa dirinya mungkin masih membutuhkan satu atau dua pertandingan di fase grup untuk benar-benar mengembalikan ritme permainan terbaiknya, kehadirannya di atas lapangan akan memberikan dampak psikologis yang masif bagi tim asuhan Rudi Garcia. Dengan rekor sebagai penyumbang assist terbanyak untuk Belgia di panggung Piala Dunia, visi bermain dan kepemimpinan De Bruyne akan menjadi kunci utama jika Setan Merah ingin melangkah jauh di turnamen kali ini.

“Saya berharap bisa berada dalam kondisi terbaik saya sesegera mungkin,” pungkas De Bruyne.

“Saya merasa siap, dan saya yakin bahwa setelah beberapa pertandingan saya akan kembali bugar dan sepenuhnya mendapatkan kembali performa saya.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!