Sepak bola Italia kembali terguncang oleh krisis administratif yang luar biasa setelah Paolo Maldini dan Leonardo memutuskan untuk mundur dari jabatan teknis mereka di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), menurut laporan Sky Sport Italia.

Pengunduran diri ganda yang mengejutkan ini terjadi hanya 16 hari setelah kedua figur tersebut menerima jabatan sebagai bagian dari pembenahan berskala besar untuk membangkitkan kembali sang juara dunia empat kali. 

Maldini ditunjuk sebagai Direktur Teknis FIGC pada 11 Juli, dengan mantan pemain internasional Brasil, Leonardo, bertindak sebagai penasihat seniornya. Mandat utama mereka adalah memimpin restrukturisasi total di tubuh tim nasional setelah Italia secara tragis gagal melaju ke FIFA World Cup untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Baca juga: Pirlo Batal Tukangi Timnas Italia usai Terseret Skandal

Namun, proyek ambisius tersebut hancur berantakan sebelum sempat menyelesaikan tugas besar pertamanya: menentukan suksesor bagi mantan pelatih kepala Gennaro Gattuso.

Kewenangan Terdistorsi Imbas Veto Calon Pelatih

Penyebab utama dari pengunduran diri ini adalah ketidaksepakatan mendasar dengan Presiden FIGC, Giovanni Malagò, terkait penunjukan pelatih kepala baru. 

Setelah target utama seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menolak tawaran yang diajukan, Maldini dan Leonardo sepakat merekomendasikan pahlawan Piala Dunia 2006, Andrea Pirlo, sebagai kandidat teratas mereka.

Akan tetapi, pihak federasi di bawah pimpinan Malagò mengintervensi dan memblokir penunjukan Pirlo akibat tekanan politik serta gelombang kritik publik yang tajam. Penolakan tersebut dipicu oleh kerja sama komersial Pirlo sebagai duta merek (brand ambassador) dari perusahaan judi asal Rusia, Fonbet. 

Baca juga: Visi Baru Italia: Malagò Ungkap 'Rencana Enam Tahun' Bersama Maldini dan Leonardo

Para anggota parlemen dan pejabat federasi menilai keterikatan tersebut menimbulkan masalah moral, hukum, dan politik yang tidak sejalan dengan nilai-nilai tim nasional.

Maldini dan Leonardo dilaporkan menganggap veto federasi sebagai bentuk pelanggaran terhadap otonomi olahraga yang sebelumnya telah dijanjikan saat mereka menerima jabatan tersebut. Karena merasa wewenang pengambilan keputusan mereka telah diintervensi, keduanya menyimpulkan bahwa mempertahankan posisi mereka sudah tidak memungkinkan lagi.

Azzurri Kembali ke Titik Nol

Mundurnya kedua direktur ini secara mendadak membuat sepak bola Italia kini kehilangan struktur teknis dan pelatih kepala, hanya beberapa pekan sebelum bergulirnya jadwal pertandingan internasional di musim gugur.

Baca juga: Berburu Pelatih Elit, Italia Dekati Ancelotti Sebelum Negosiasi dengan Guardiola

Presiden Malagò kini terpaksa memimpin langsung pencarian pelatih kepala baru, di mana nama mantan pelatih Roberto Mancini kembali mencuat sebagai kandidat kuat menurut laporan di Italia. 

Proyek rekonstruksi jangka panjang berdurasi empat tahun yang awalnya dirancang di bawah kepemimpinan Maldini justru berakhir menjadi salah satu masa jabatan eksekutif tersingkat dan paling bergejolak dalam sejarah FIGC.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!