Tim nasional Spanyol harus puas dengan hasil imbang tanpa gol saat menjamu Mesir dalam laga uji coba internasional di RCDE Stadium. Meski mendominasi penguasaan bola dan melepaskan lebih dari 25 tembakan, sang jawara Eropa gagal menembus tembok kokoh yang digalang kiper Mesir, Mostafa Shobeir.

Hasil ini menjadi antiklimaks bagi pasukan Luis de la Fuente setelah sebelumnya tampil perkasa dengan melumat Serbia 3-0. Bagi Mesir, hasil imbang di tanah Spanyol merupakan suntikan moral yang luar biasa menjelang putaran final Piala Dunia 2026, sekaligus membuktikan bahwa mereka tetap kompetitif meski tanpa kehadiran Mohamed Salah.

Rotasi De la Fuente Buntu

Luis de la Fuente melakukan rotasi besar-besaran dengan membuat 10 perubahan dari skuad yang mengalahkan Serbia, hanya menyisakan Lamine Yamal di barisan starter. 

Baca juga: Zubimendi Jadi Pemain Ke-10 Arsenal yang Pulang dari Jeda Internasional

Namun, eksperimen ini tampak membuat alur serangan Spanyol kehilangan ritme di babak pertama. Lini tengah yang diisi Carlos Soler, Pablo Fornals, dan Dani Olmo kesulitan membongkar pertahanan berlapis The Pharaohs.

Mesir justru hampir mencuri keunggulan pada menit ke-29. Omar Marmoush melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti yang sudah menaklukkan David Raya, namun bola membentur bagian dalam tiang gawang dan memantul keluar. Itu menjadi peringatan keras bagi lini belakang Spanyol yang tampil agak ceroboh di awal laga.

Panggung Gemilang Mostafa Shobeir

Sadar akan kebuntuan timnya, De la Fuente memasukkan Rodri, Pedri, dan Fermin Lopez di awal babak kedua. 

Perubahan ini langsung memberikan dampak instan. Spanyol mulai mengurung pertahanan Mesir dan menciptakan serangkaian peluang emas.

Namun, malam itu menjadi milik Mostafa Shobeir. Kiper Al Ahly tersebut melakukan enam penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan jarak dekat Fermin Lopez dan sundulan tajam Borja Iglesias. 

Puncaknya terjadi di menit-menit akhir pertandingan saat Alejandro Grimaldo melepaskan tendangan bebas melengkung yang secara luar biasa ditepis Shobeir hingga bola membentur mistar gawang.

Mesir terpaksa bermain dengan 10 orang di enam menit terakhir setelah Hamdi Fathy menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Borja Iglesias. Meski unggul jumlah pemain, Spanyol tetap gagal mengonversi dominasi mereka (xG mencapai 2.35) menjadi gol.

Baca juga: Salah Dapat Peringatan, Jangan Pindah ke MLS Jika Ingin Dilupakan

Kehilangan Takhta Peringkat Dunia

Hasil imbang ini membawa konsekuensi pahit bagi Spanyol di luar lapangan. Kegagalan meraih kemenangan membuat posisi "La Roja" di puncak peringkat FIFA tergeser oleh Prancis. Bekas rasa frustrasi pun tampak jelas di wajah para pemain usai peluit panjang berbunyi.

"Ini meninggalkan rasa pahit, kami ingin meraih kemenangan," kata Pedri kepada Teledeporte. "Mereka adalah tim yang mencoba bermain dan tanpa bola mereka mundur dan sulit untuk masuk.

"Kami harus memberikan ritme yang lebih baik pada bola (di babak kedua). Di babak pertama, kami sedikit lambat dan di babak kedua, lebih baik.

"Semua orang menantikan Piala Dunia. Sekarang kita harus fokus pada klub kita dan menunggu Piala Dunia yang kita semua inginkan."

Dengan berakhirnya jeda internasional Maret, fokus para pemain kini kembali ke klub masing-masing sebelum berkumpul kembali untuk persiapan final Piala Dunia 2026 pada akhir Mei mendatang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!