Portugal Singkirkan Kroasia 2-1 Lewat Gol Telat dan Drama VAR
Portugal sukses menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026 secara dramatis setelah menumbangkan Kroasia 2-1 di Toronto Stadium. Gol penalti bersejarah Cristiano Ronaldo dan sundulan maut Gonçalo Ramos di masa injury time berhasil membalikkan keadaan, di tengah malam penuh frustrasi bagi Kroasia yang tiga golnya dianulir oleh VAR akibat offsides.
Laga babak 32 besar ini menyajikan tontonan epik nan menegangkan hingga detik terakhir. Ketika Kroasia mengira mereka berhasil memaksakan babak perpanjangan waktu pada menit ke-90+13 lewat Joško Gvardiol, teknologi cip dalam bola VAR kembali mengintervensi untuk membatalkan gol tersebut, sekaligus memastikan akhir dari perjalanan internasional sang legenda, Luka Modrić.
Gol Kejutan Perišić
Kedua tim bermain sangat hati-hati sejak peluit pertama dibunyikan. Portugal sejatinya mendapatkan peluang emas beruntun pada menit ke-4 ketika Bruno Fernandes berhasil menembus kotak penalti, namun dua tembakannya secara heroik mampu diblok oleh Dominik Livaković dan bek Josip Šutalo. Selebihnya, babak pertama berjalan buntu tanpa gol akibat disiplinnya lini pertahanan kedua tim.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan langsung memanas. Publik Toronto dikejutkan oleh gol pembuka Kroasia pada menit ke-53. Berawal dari penetrasi Josip Stanišić di sisi kanan, umpan silang akuratnya berhasil disambut oleh Ivan Perišić dengan tendangan mematikan ke pojok bawah gawang yang tak mampu dijangkau Diogo Costa.
Baca juga: Martínez Sebut Portugal Mulai Piala Dunia Kedua Lawan Kroasia
Hanya berselang tiga menit, Kroasia sempat bersorak lagi ketika Igor Matanovic menceploskan bola. Namun, bendera hakim garis dan konfirmasi VAR menganulir gol tersebut karena offside, memberikan napas kedua bagi armada Roberto Martinez.
Rekor Ronaldo dan Magis dari Bangku Cadangan
Portugal yang tersengat langsung menaikkan intensitas serangan. Rafael Leão hampir menyamakan kedudukan andai tendangan kerasnya tidak membentur mistar gawang. Tak lama kemudian, giliran gol Cristiano Ronaldo yang dianulir karena jebakan offside Kroasia yang sangat rapi.
Namun, momen krusial Portugal tiba pada menit ke-67. Nikola Vlašić menjatuhkan Renato Veiga di area terlarang dalam situasi sepak pojok. Setelah meninjau monitor VAR, wasit Espen Eskas menunjuk titik putih. Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor dengan dingin mengecoh Livaković. Gol ini menjadi catatan sejarah luar biasa: gol pertama CR7 di fase gugur dalam sepanjang karier Piala Dunianya.
Setelah kedudukan imbang, tensi semakin memuncak. Kroasia lagi-laki harus gigit jari setelah gol Petar Sučić pada menit ke-80 dibatalkan hakim garis. Martinez kemudian memasukkan Gonçalo Ramos untuk menyegarkan lini depan. Keputusan itu terbukti jenius. Memasuki menit ke-90+4, Rafael Leão mengirimkan umpan lambung melengkung ke kotak penalti, dan Ramos terbang tinggi menyundul bola masuk ke gawang. Stadion pun bergemuruh menyambut keunggulan Portugal 2-1.
Baca juga: Jangan Panik, Félix Minta Publik Portugal Tetap Tenang Jelang Lawan Kroasia
Drama di Menit Akhir dan Salam Perpisahan Modrić
Drama belum usai hingga menit-menit akhir injury time. Tepat pada menit ke-90+13, Kroasia melancarkan serangan pamungkas. Mario Pašalić mengirim umpan matang yang disambar Gvardiol menjadi gol. Skuad Kroasia merayakan gol tersebut dengan liar, sementara fans melemparkan botol ke lapangan sebagai luapan emosi.
Namun, perayaan itu diputus secara kejam oleh teknologi. Setelah peninjauan VAR yang memakan waktu 2,5 menit, cip di dalam bola mendeteksi bahwa Pašalić sudah berada dalam posisi offside tipis sebelum memberikan asis. Gol dianulir, dan peluit panjang pun berbunyi tak lama kemudian.
Dengan hasil ini, Portugal resmi melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi rival abadi mereka, Spanyol, dalam laga panas di Dallas pada 7 Juli. Sementara bagi Kroasia, kekalahan menyakitkan ini menandai akhir dari era emas mereka, serta menjadi panggung perpisahan emosional bagi Luka Modrić yang mendapat pelukan hangat dari mantan rekan setimnya, Ronaldo, di akhir laga.