Martínez Sebut Portugal Mulai Piala Dunia Kedua Lawan Kroasia

Martínez Sebut Portugal Mulai Piala Dunia Kedua Lawan Kroasia
2/07/2026 - 15:41 WIB
18

Pelatih Portugal, Roberto Martínez, menegaskan bahwa fase grup Piala Dunia 2026 telah resmi berakhir dan turnamen yang sesungguhnya baru dimulai sekarang. Menjelang laga hidup-mati babak 32 besar melawan Kroasia di BMO Field, Toronto, Jumat (3/7) ini, Martínez meminta anak asuhnya membuang jauh-jauh memori laga sebelumnya dan bersiap menghadapi realitas baru yang tanpa ampun.

Bagi Martínez, hilangnya jaring pengaman di fase gugur mengubah total lanskap kompetisi. Ia pun menuntut perubahan psikologis total dari skuad Seleção das Quinas.

"Besok kami akan memulai 'Piala Dunia kedua'," ujar Martínez dalam konferensi pers pra-pertandingan di Toronto. 

“Persiapan yang baik, yaitu tiga pertandingan di babak penyisihan grup, sangatlah penting. Ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, kami melakukan beberapa kesalahan, dan beberapa hal lainnya dengan baik... Dan yang terpenting adalah sekarang kami sudah memiliki 21 pemain lapangan yang sudah pernah bermain dan siap bertanding.”

Reset Total Setelah Fase Grup yang Sengit

Langkah Portugal menuju babak gugur tidak semulus yang dibayangkan banyak orang. Finis sebagai runner-up Grup K di bawah Kolombia, Portugal sempat tampil mengamuk saat melumat Uzbekistan 5-0, namun harus puas berbagi angka dalam laga sengit kontra DR Kongo (1-1) dan Kolombia (0-0).

Baca juga: Jangan Panik, Félix Minta Publik Portugal Tetap Tenang Jelang Lawan Kroasia

Meski sempat kedodoran, Martínez menilai performa yang naik-turun tersebut justru membentuk mental baja timnya. Dengan menganggap fase gugur sebagai turnamen yang baru dimulai dari nol, sang manajer ingin memutus tren kurang konsisten di awal dan menyalakan potensi terbaik anak asuhnya.

Menolak 'Last Dance' untuk Ronaldo

Di luar urusan taktik, laga ini sarat akan narasi emosional. Pertandingan ini menjadi panggung bentrokan dua ikon sepak bola modern yang juga mantan rekan setim di Real Madrid: Cristiano Ronaldo dan Luka Modrić

Mengingat kedua kapten legendaris ini sudah berada di penghujung karier, laga hari Jumat nanti bisa menjadi panggung perpisahan Piala Dunia bagi salah satu dari mereka.

Namun, Martínez menolak terjebak dalam perdebatan soal usia. Ia menegaskan bahwa kontribusi kedua pemain veteran ini jauh melampaui angka-angka di atas kertas, dan ia bertekad memastikan laga ini bukan menjadi tarian terakhir Ronaldo di panggung dunia.

"Umur panjang mereka di dunia sepak bola membuat mereka istimewa. Anda berbicara tentang Luka Modric, yang sekarang berusia lebih dari 40 tahun, yang terus memainkan sejumlah besar pertandingan dan tetap sangat penting,” jelas Martinez.

Baca juga: Ronaldo Naik Pitam Ditanya Soal Messi Usai Cetak Sejarah di Piala Dunia

"Hal yang sama berlaku untuk kapten kita. Siapa pun yang berbicara tentang usia – usia hanyalah angka. Yang penting adalah apa yang mereka lakukan dan contoh yang mereka berikan di ruang ganti.

"Mereka adalah ikon; penting untuk memiliki contoh-contoh ini. Mari kita berharap ini bukan tarian terakhir Ronaldo."

Mengadang Sang Raja Fase Gugur

Jika Portugal mencari momentum baru, lawan yang mengadang mereka justru adalah tim yang paling tahu cara bertahan hidup. Kroasia asuhan Zlatko Dalić lolos sebagai runner-up Grup L, bangkit dari kekalahan telak 4-2 dari Inggris dengan meraih kemenangan krusial atas Panama (1-0) dan Ghana (2-1).

Portugal boleh saja diberkahi skuad bertabur bintang dan kreator sekaliber Bruno Fernandes, Vitinha, hingga João Neves. Namun, Kroasia memiliki mentalitas turnamen yang sulit dicari tandingannya, sebuah negara yang justru makin berbahaya saat laga memasuki babak perpanjangan waktu atau adu penalti.

Bermain untuk Misi yang Lebih Besar

Selain intrik taktis dan sejarah rivalitas, ada dorongan emosional yang mendalam di dalam kamp Portugal. Skuad ini terus bermain dengan motivasi tambahan demi menghormati mendiang penyerang mereka, Diogo Jota, yang secara tragis meninggal dunia dalam kecelakaan mobil sebelum turnamen dimulai. 

Bagi Martínez dan pasukannya, misi di Kanada kali ini bukan sekadar mengangkat trofi, melainkan juga sebuah penghormatan bagi rekan mereka yang telah tiada.

"Kami memiliki semua motivasi untuk menang besok... untuk keluarga kami, untuk Diogo Jota, untuk seluruh negara, untuk seluruh Portugal. Karena itulah kami akan melakukan semua yang kami bisa, benar-benar yang terbaik, untuk menang melawan Kroasia," ujarnya.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...