Jangan Panik, Félix Minta Publik Portugal Tetap Tenang Jelang Lawan Kroasia
Penyerang tim nasional Portugal, João Félix, meminta para pendukung di kampung halamannya untuk tidak panik dan tetap tenang menyikapi performa tim yang dinilai kurang meyakinkan sepanjang fase grup Piala Dunia 2026.
Seleção das Quinas kini bersiap melakoni laga hidup-mati babak 32 besar melawan Kroasia di Toronto pada Jumat (3/7) ini.
Jangan Panik
Langkah Portugal ke babak gugur memang diwarnai kritik setelah gagal menjuarai Grup K akibat dua hasil imbang.
Namun, berbicara dari pusat latihan tim pada hari Senin, pemain berusia 26 tahun tersebut menegaskan bahwa keraguan publik sama sekali tidak menggoyahkan rasa percaya diri di dalam skuad asuhan Roberto Martínez.
"Mereka harus tetap tenang," kata Félix di kamp pelatihan tim. "Para pemain di sini tenang. Hasil imbang dalam dua pertandingan bukan berarti kami kehilangan kepercayaan diri atau orang-orang mulai meragukan kami.
Baca juga: Ronaldo Naik Pitam Ditanya Soal Messi Usai Cetak Sejarah di Piala Dunia
"Orang-orang hanya perlu tetap tenang, sama seperti kami yang tenang dan siap untuk pertandingan melawan Kroasia. Kami sangat yakin bahwa kami akan menang, dan kami akan melakukan segala upaya untuk lolos ke babak selanjutnya."
Pasang Surut di Fase Grup
Perjalanan Portugal di fase grup memang terhitung fluktuatif. Mereka mengawali turnamen dengan hasil imbang 1-1 yang mengecewakan saat bersua Republik Demokratik Kongo, sebelum akhirnya sempat mengamuk lewat kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan.
Namun, hasil imbang tanpa gol melawan Kolombia di Miami pada laga terakhir memaksa Portugal puas finis sebagai runner-up grup dan harus menghadapi jalur yang lebih terjal di Kanada.
Baca juga: Ronaldo Pecahkan Rekor Dunia Saat Portugal Bantai Uzbekistan 5-0
Hasil-hasil tersebut memicu gelombang kecemasan dari publik Lisbon dan Porto yang menilai permainan tim terlalu monoton dan kesulitan membongkar pertahanan rapat. Kendati demikian, Félix melihat fase gugur sebagai lembaran baru yang sama sekali berbeda.
Belajar dari Masa Lalu dan Siap Mengambil Tanggung Jawab
Bagi Félix, tekanan besar di turnamen internasional bukanlah hal baru. Pemain Al Nassr ini bahkan menegaskan kesiapannya andai laga di Toronto Stadium nanti harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Momen ini bisa menjadi kesempatan bagi Félix untuk menghapus memori kelam Euro 2024, di mana kegagalannya mengeksekusi penalti saat melawan Prancis membuat Portugal tersingkir di babak perempat final.
Bukannya trauma, mantan pemain Atletico Madrid ini justru mengaku jauh lebih matang secara mental.
"Tentu saja momen itu sangat berat, tetapi itu adalah bagian dari karier seorang pesepak bola," aku Félix. "Saya melihatnya sebagai pengalaman berharga untuk belajar. Jika saya mendapat kesempatan lain, saya akan mengambilnya.
Baca juga: Bantah Isu Perpecahan, Martínez Tegaskan Portugal Lebih Kuat
“Saya mulai mengikuti turnamen sejak usia 10 tahun, dan ayah saya selalu menyuruh saya untuk maju, baik dalam pertandingan maupun saat tendangan penalti."
Senjata yang Lebih Matang
Kepercayaan diri tinggi yang ditunjukkan Félix tidak lepas dari performa apiknya di level klub sepanjang musim lalu. Setelah sempat mengalami periode pasang surut di Eropa, ia berhasil menemukan bentuk permainan terbaiknya di Arab Saudi, bahkan sukses menyabet penghargaan Pemain Terbaik Liga Pro Saudi sekaligus membawa Al Nassr juara bersama Cristiano Ronaldo.
"Ini adalah tahun yang sangat penting dalam karier saya," tambahnya. "Saya merasa percaya diri dan siap membantu tim. Tanpa ragu, saya merasa lebih dewasa. Ini adalah tahun yang luar biasa. Saya datang dengan lebih percaya diri dari sebelumnya."
Kematangan performa dan mentalitas inilah yang ingin ia tularkan ke dalam tim nasional. Kroasia yang lolos dramatis dari Grup L terkenal sebagai tim yang sarat pengalaman dan memiliki mental petarung di babak gugur. Namun bagi internal skuad Portugal, kebisingan dan keraguan dari luar hanyalah angin lalu, fokus mereka kini sepenuhnya tertuju untuk membungkam Kroasia di Toronto.