O'Neill Tebar Psy-war Jelang Play-off, Sebut Tekanan Besar Pada Italia
Menjelang duel krusial babak semifinal play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026, manajer Irlandia Utara, Michael O'Neill, mengirimkan peringatan keras kepada tuan rumah Italia. Berbicara dalam konferensi pers di Bergamo pada Rabu (25/3), O'Neill menegaskan bahwa timnya tampil tanpa beban, sementara tekanan justru berada sepenuhnya di pundak Azzurri.
Laga yang akan digelar di New Balance Arena ini menjadi penentu hidup-mati bagi kedua tim. Pemenang pertandingan ini akan melaju ke final play-off untuk memperebutkan satu tiket ke Amerika Utara, menghadapi pemenang antara Wales atau Bosnia-Herzegovina.
Strategi O'Neill
O'Neill secara terbuka mengungkapkan rencana permainannya untuk meredam agresivitas Italia di bawah asuhan Gennaro Gattuso. Ia meyakini bahwa semakin lama skor bertahan imbang 0-0, maka kegugupan akan mulai merayapi para pemain dan pendukung Italia yang masih dihantui kegagalan lolos ke dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Baca juga: Gattuso Tegaskan Pentingnya Mental Italia Jelang Laga Playoff Piala Dunia
"Kami memiliki segalanya untuk diraih dalam pertandingan ini, tidak ada keraguan tentang itu," ujar O'Neill. "Semakin lama skor bertahan 0-0, tekanan akan semakin besar bagi Italia. Kita harus bermain dan tidak terlalu memikirkan apa yang dipertaruhkan. Ada ekspektasi besar pada Italia, sebagai negara sepak bola yang hebat, dan kita tidak boleh terintimidasi oleh hal itu.”
Ia menambahkan bahwa target utamanya adalah menjaga pertandingan tetap ketat. "Penting bagi kami untuk tetap berada dalam permainan dan memastikan laga tidak menjadi terlalu terbuka. Kami mengharapkan kontes yang sangat sengit."
Krisis Bek Tengah dan Absennya Bintang Muda
Meski menebar optimisme, O'Neill harus memutar otak karena kehilangan dua pilar utamanya. Bek andalan Dan Ballard dipastikan absen setelah mengalami cedera hamstring sesaat setelah skuad diumumkan. Selain itu, bintang muda Conor Bradley juga tidak tersedia, sebuah kehilangan besar bagi kreativitas di sisi sayap.
Kabar baik datang dari lini tengah, di mana gelandang Preston, Ali McCann, dinyatakan fit dan kemungkinan besar akan tampil sebagai starter. O'Neill diprediksi akan mengandalkan barisan pemain muda yang merumput di Championship Inggris untuk memberikan perlawanan fisik terhadap bintang-bintang Serie A milik Italia.
Baca juga: Buffon Pastikan Akan Tinggalkan Skuad Italia Jika Tak Lolos Piala Dunia 2026
Atmosfer Bergamo yang Bersahabat
Pemilihan Bergamo sebagai venue pertandingan dianggap O'Neill sebagai keuntungan kecil bagi timnya.
Dengan kapasitas stadion yang lebih kecil dibandingkan San Siro atau Olimpico, ia merasa para pemainnya yang terbiasa bermain di atmosfer Championship akan merasa lebih nyaman.
“Saya rasa mungkin sejarah mereka yang membuat mereka mengambil keputusan itu,” tambah O’Neill. “Mereka pernah kalah di babak play-off di San Siro, pertandingan terakhir mereka di San Siro melawan Norwegia, hasilnya tidak sesuai harapan.
“Mungkin mereka merasa stadion yang lebih kecil memberikan tekanan yang lebih sedikit, saya tidak tahu.
“Tapi bagi kami, tempat ini baik-baik saja. Sebagian besar pemain kami bermain sepak bola klub setiap minggu di tempat-tempat dengan ukuran seperti itu, mereka tidak bermain di depan 80-90.000 orang setiap minggu, jadi saya rasa tempat ini cocok untuk kami.”