Gattuso Tegaskan Pentingnya Mental Italia Jelang Laga Playoff Piala Dunia
Ketegangan menyelimuti kamp latihan tim nasional Italia di Coverciano. Namun, di tengah kecemasan publik, pelatih kepala Gennaro Gattuso tampil sebagai sosok yang paling tenang. Jelang laga semifinal play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa melawan Irlandia Utara pada Jumat (27/) dini hari WIB, sang pelatih meminta para pemainnya untuk membuang jauh-jauh hantu kegagalan masa lalu.
Italia, pemegang empat gelar juara dunia, berada di ambang sejarah kelam: absen di tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut setelah sebelumnya gagal menembus putaran final 2018 dan 2022.
Melawan Trauma Mental
Gattuso, yang merupakan bagian dari skuad juara dunia 2006, memahami betul beban berat yang dipikul timnya.
Baginya, tantangan terbesar di Stadion di Bergamo nanti bukan sekadar taktik di lapangan, melainkan kekuatan mental para pemain.
“Kita harus memikirkan apa yang ada di depan kita. Mengenakan seragam Azzurri sudah sulit, terutama dalam beberapa tahun terakhir,” kata Gattuso.
“Italia tidak bermain di dua Piala Dunia terakhir, jadi kita harus bisa membuat para pemain merasa lebih ringan. Kita tahu ada kesulitan. Pertandingan melawan Norwegia di San Siro berjalan bagus di babak pertama, tetapi kemudian kita kesulitan setelah kesulitan pertama. Kita telah mengusahakannya.
“Insiden bisa terjadi, tetapi yang penting adalah bagaimana kita bereaksi. Kita memiliki peluang besar.”
Baca juga: Ibrahimovic Kritik Budaya Sepak Bola Italia: "Pelatih Muda Terlalu Terobsesi Hasil"
Gattuso melanjutkan, “Semua pemain yang ada di sini menyadari apa yang kita perjuangkan dan betapa pentingnya pertandingan ini. Bayangkan saya memberi tahu mereka tentang ini setiap hari, setiap saat.
“Kita melakukan apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi pertandingan dengan tenang; tidak perlu membuat mereka tertekan. Ini adalah pemain yang telah memenangkan banyak hal, bermain di Final Liga Champions, dan memenangkan Euro dengan seragam Azzurri. Saya sangat percaya pada pemain kami. Ini membutuhkan kepercayaan diri yang besar karena para pemain ini terbiasa memainkan pertandingan seperti ini, jadi kita harus memiliki mentalitas dan ketenangan yang tepat.
“Kita harus menghadapi pertandingan ini dengan keinginan yang besar, berpikiran jernih, dan waspada terhadap bahaya. Kita menghormati lawan, mereka berlari sangat kencang, mereka memiliki semangat juang yang tinggi dan menakutkan dari bola mati.
“Tidak ada alasan; kita hanya perlu memikirkan pertandingan hari Kamis. Tim lain juga memiliki pemain yang cedera. Saya harus memilih pemain yang dalam kondisi terbaik. Kami telah bekerja keras. Saya dan staf saya telah melakukan semua yang kami bisa; sekarang terserah kita. Tidak ada gunanya memikirkan apa yang seharusnya bisa kita lakukan; kita hanya perlu memikirkan pertandingan hari Kamis, tidak ada yang lain. Semua orang harus fokus sepenuhnya pada pertandingan ini.”
Keputusan Pulangkan Chiesa
Selain isu mentalitas, Gattuso juga mengambil keputusan mengejutkan dengan memulangkan bintang Liverpool, Federico Chiesa, dari kamp latihan. Keputusan ini sempat memicu spekulasi mengenai keretakan hubungan antara keduanya.
“Chiesa tiba kemarin. Dia mengalami beberapa masalah fisik, dan kami memutuskan tidak ada gunanya dia tinggal di sini,” jelas Gattuso.
“Ketika saya mendengar bahwa dia memiliki masalah dan keraguan, saya harus membuat keputusan. Dia merasa tidak sanggup, jadi dia memutuskan untuk pulang, dan saya harus menerimanya.
“Hubungan baik itu penting, selain permainan. Saya tidak memiliki pengetahuan medis yang hebat, tetapi saya mengerti bahwa seseorang tidak bisa terlalu memaksa. Saya tidak memaksa, tetapi ketika seseorang ingin pulang, adalah hal yang benar untuk membiarkannya melakukannya.”
Baca juga: Buffon Pastikan Akan Tinggalkan Skuad Italia Jika Tak Lolos Piala Dunia 2026
Strategi dan Atmosfer Bergamo
Italia diperkirakan akan turun dengan formasi 3-5-2, mengandalkan Gianluigi Donnarumma sebagai kapten di bawah mistar. Dengan cederanya Alessandro Bastoni dan Riccardo Calafiori, Federico Gatti kemungkinan besar akan mengisi lini pertahanan. Di lini depan, harapan publik Italia bertumpu pada ketajaman Mateo Retegui.
Menariknya, Gattuso secara pribadi memilih bermain di Bergamo ketimbang San Siro yang lebih besar. Ia khawatir atmosfer pedas di Milan justru akan meruntuhkan mental pemain jika mereka melakukan kesalahan kecil di awal laga. Ia menginginkan stadion yang lebih kecil namun bising untuk menciptakan suasana mencekam bagi tim tamu.
Skenario Lanjutan
Jika berhasil melewati hadangan Irlandia Utara, Azzurri masih harus menjalani laga final play-off pada Selasa depan melawan pemenang antara Wales atau Bosnia-Herzegovina. Hanya ada satu tiket tersisa dari Jalur A ini untuk terbang ke Amerika Utara musim panas mendatang.
Bagi sebuah negara yang belum mencicipi kemenangan di fase gugur Piala Dunia selama 20 tahun, laga ini adalah pertaruhan martabat sepak bola Italia.