Gianluigi Buffon, sang legenda hidup sekaligus Ketua Delegasi Tim Nasional Italia, memberikan pernyataan tegas yang mengguncang publik sepak bola Italia menjelang babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam sebuah wawancara mendalam dengan Il Messaggero, pria yang akrab disapa Gigi ini menegaskan bahwa dirinya siap meletakkan jabatannya jika Azzurri kembali gagal terbang ke putaran final di Amerika Utara.

Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab moral tertinggi di tengah bayang-bayang trauma kegagalan Italia pada edisi 2018 dan 2022. Italia dijadwalkan akan menjamu Irlandia Utara dalam laga semifinal play-off satu leg di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, pada 26 Maret mendatang.

Kepercayaan Diri di Tengah Badai

Meski dibayangi kegagalan masa lalu, Buffon memancarkan aura optimisme yang kuat. Ia menolak narasi ketakutan yang sering menghantui para pendukung setiap kali Italia harus menempuh jalur play-off.

Baca juga: Fabio Cannavaro Ungkap Nyaris Gantikan Spalletti di Timnas Italia

“Mari kita tulis beberapa nama: kami adalah grup yang sangat kompetitif untuk level yang lebih tinggi daripada yang seharusnya terjadi di babak play-off. Kami akan memasuki babak play-off dengan pemain-pemain seperti Donnarumma, Dimarco, Bastoni, Calafiori, Barella, Tonali, Retegui, Kean, dan Pio Esposito. Maksud saya, bagaimana mungkin Italia tidak lolos? Saya sulit membayangkannya,” katanya.

Buffon juga memberikan pembelaan terhadap pelatih kepala, Gennaro Gattuso, yang sempat mendapat kritik setelah kekalahan telak dari Norwegia di kualifikasi grup. Menurutnya, Gattuso adalah sosok yang tepat untuk membangkitkan identitas dalam skuat Azzurri.

“Ada pelatih yang cocok untuk momen-momen bersejarah tertentu. Ia adalah orang yang tepat pada saat itu: dia berempati,” ujar Buffon.

“Dia tahu bagaimana membangun hubungan dengan para pemain secara otentik dan langsung. Dia dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan identitas kelompok, yang selalu merupakan hal terbaik. Hal yang membantu Anda mengatasi rintangan, terutama di tim nasional. Para pemain menerima setiap pendapat, penilaian, dan setiap pemikirannya dengan baik, karena dia memiliki pengalaman di ruang ganti.”

Pertaruhan Jabatan

Namun, optimisme Buffon dibarengi dengan komitmen yang sangat personal. Ia sadar bahwa kegagalan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut akan menjadi bencana nasional bagi sepak bola Italia.

Baca juga: Buffon Beri Restu untuk Spalletti Jadi Pelatih Baru Juventus

“Lalu, mungkin, itu bisa terjadi untuk ketiga kalinya, tetapi setidaknya saya akan sampai di sana dengan perasaan tenang, mengetahui bahwa ini adalah kenyataan. Kemudian lapangan mungkin membuktikan kita salah, karena begitu Anda berada di sana, banyak hal lain yang bisa terjadi,” jelasnya

"Saya pastikan. Saya selalu yang pertama bertanggung jawab atas segalanya. Saya akan mundur jika perlu.”

Laga melawan Irlandia Utara bukan sekadar rintangan teknis, melainkan ujian mental. Jika berhasil menang di Bergamo, Italia masih harus menghadapi satu laga final penentuan di kandang lawan, antara Wales atau Bosnia-Herzegovina, pada 31 Maret.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!