Dalam laga panas di Gillette Stadium, Massachusetts, Jumat (27/3) dini hari WIB, Prancis berhasil mempecundangi Brasil dengan skor 2-1. Meski harus bermain dengan 10 orang selama hampir 40 menit, anak asuh Didier Deschamps menunjukkan kelasnya sebagai kandidat kuat juara dunia di depan 66.215 pasang mata.

Kylian Mbappe dan Hugo Ekitike menjadi pahlawan kemenangan Les Bleus, sementara gol balasan Brasil melalui Gleison Bremer tak cukup untuk menyelamatkan muka Carlo Ancelotti dalam ujian besar pertamanya.

Dominasi Efisiensi Prancis

Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama. Namun, Prancis menunjukkan perbedaan kualitas dalam hal penyelesaian akhir. 

Pada menit ke-32, berawal dari kejelian Aurelien Tchouameni merebut bola dari Casemiro, Ousmane Dembele mengirimkan umpan terobosan mematikan. Kylian Mbappe, yang tampil tanpa sisa cedera lutut, melesat sendirian dan dengan dingin melepaskan tendangan chip melewati Ederson.

Baca juga: Kylian Mbappe Luruskan Rumor Malapraktik di Real Madrid

Gol tersebut merupakan gol ke-56 Mbappe bagi timnas, membuatnya kini hanya berjarak satu gol dari rekor sepanjang masa milik Olivier Giroud.

Kartu Merah dan Resiliensi

Pertandingan berubah drastis pada menit ke-55. Bek Prancis, Dayot Upamecano, menerima kartu merah langsung setelah tinjauan VAR menyatakan dirinya melakukan pelanggaran sebagai orang terakhir terhadap Wesley.

Namun, alih-alih tertekan, Prancis justru menggandakan keunggulan sepuluh menit kemudian. Melalui serangan balik cepat yang diarsiteki Michael Olise, penyerang Liverpool Hugo Ekitike berhasil menyelinap di antara bek Brasil untuk mencetak gol kedua Prancis dengan penyelesaian akhir yang tenang.

Upaya Terlambat Brasil

Brasil asuhan Ancelotti baru benar-benar terbangun di 20 menit terakhir. Masuknya Luiz Henrique memberikan nafas baru bagi serangan Tim Samba. 

Baca juga: Vinicius Jr Incar Kejayaan Bersama Brasil Usai Pulih dari Masa Sulit

Pada menit ke-78, Gleison Bremer berhasil memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Mike Maignan menyusul umpan silang Henrique.

Kekalahan ini memberikan tekanan awal bagi Ancelotti, yang dianggap masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menyatukan bakat individu Brasil menjadi unit yang kohesif.

“Bagi kami, ini bukan pertandingan persahabatan. Bermain melawan Brasil adalah kesempatan besar untuk melihat di mana posisi kami secara taktik dan teknik. Sangat menyenangkan memainkan pertandingan seperti ini. Saya katakan sebelum pertandingan bahwa kita tidak boleh mengambil kesimpulan dari pertandingan ini, jadi saya tidak akan munafik dan memperlakukannya seperti final Piala Dunia,” kata Mbappe.

“Kami menunjukkan kreativitas dan tetap solid. Kami terus maju. Yang saya inginkan hanyalah berada di lapangan dan bermain — setiap anak bermimpi bermain dalam pertandingan Prancis-Brasil. Saya tahu ini adalah sebuah hak istimewa.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!