Maguire Terkejut dan Kecewa Usai Dicoret Tuchel dari Timnas Inggris
Bek Manchester United, Harry Maguire, mengaku merasa terkejut dan kecewa setelah dicoret oleh manajer Thomas Tuchel dari skuad tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2026 musim panas ini.
Meski pengumuman resmi skuad The Three Lions baru akan dirilis hari ini, Maguire memilih mendahului konfirmasi tersebut melalui pernyataan emosional di akun media sosial pribadinya. Bek berusia 33 tahun itu mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah menerima keputusan langsung dari sang manajer asal Jerman.
“Saya yakin bisa memainkan peran penting bagi negara saya musim panas ini setelah musim yang telah saya jalani. Saya sangat terkejut dan kecewa dengan keputusan ini,” tulis Maguire di media sosial pribadinya.
“Saya sangat senang mengenakan seragam itu dan mewakili negara saya selama bertahun-tahun. Saya berharap yang terbaik untuk para pemain musim panas ini.”
Maguire Bangkit Musim Ini
Bagi Maguire, pencoretan ini terasa seperti pil yang sangat pahit untuk ditelan. Di bawah asuhan Michael Carrick sejak Januari lalu, mantan kapten Setan Merah ini sebenarnya menikmati periode kebangkitan karier yang mengesankan.
Ia menjadi pilar kokoh yang membantu Manchester United finis di peringkat ketiga Premier League dan mengamankan tiket kembali ke UEFA Champions League.
Baca juga: Akui Masih Layak, Maguire Targetkan Skuad Masuk Skuad Inggris di Piala Dunia
Bahkan dalam jeda internasional terakhir bulan Maret, Tuchel memanggil Maguire dan memainkannya selama 90 menit penuh melawan Uruguay serta menurunkannya dari bangku cadangan kontra Jepang. Maguire merasa ia telah berbuat cukup untuk membuktikan bahwa dirinya siap bertarung di level tertinggi.
Namun, Tuchel memiliki cetak biru yang berbeda. Mantan bos Chelsea dan Bayern Munich itu tampaknya menginginkan poros pertahanan yang lebih dinamis, proaktif, dan memiliki kecepatan untuk menunjang taktik garis pertahanan tinggi yang menjadi filosofinya.
Era Baru Lini Pertahanan Inggris
Menurut beberapa laporan dari media Inggris, Tuchel lebih memilih mempercayakan lini belakang kepada generasi baru yang sedang mekar. Marc Guéhi dan Ezri Konsa diprediksi kuat akan menjadi duet utama di jantung pertahanan Inggris, didukung oleh fleksibilitas taktis yang ditawarkan pemain muda seperti Levi Colwill.
Baca juga: Watkins Temukan Motivasi Baru Usai Dicoret dari Timnas Inggris
Pencoretan Maguire bukan sekadar rotasi biasa; ini adalah akhir dari sebuah era. Dengan koleksi 66 caps dan 7 gol, Maguire adalah salah satu pahlawan di balik dongeng Inggris menembus semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia dan partai final Euro 2020. Bagi Gareth Southgate, nama Maguire adalah hal pertama yang ditulis di papan taktik; bagi Tuchel, reputasi masa lalu tidak lagi memiliki nilai jual.
Mengingat usianya yang akan menginjak 37 tahun saat Piala Dunia 2030 bergulir, keputusan berani Tuchel ini bisa jadi merupakan lonceng kematian bagi karier internasional Maguire bersama Inggris.
Thomas Tuchel datang dengan satu misi tunggal: membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah Inggris untuk pertama kalinya sejak 1966. Untuk mencapainya, ia bersedia menjadi sosok antagonis yang memotong generasi emas masa lalu. Maguire adalah korban besar pertama dari revolusi dingin sang manajer Jerman.