Watkins Temukan Motivasi Baru Usai Dicoret dari Timnas Inggris
Penyerang andalan Aston Villa, Ollie Watkins, mengakui bahwa keputusan Thomas Tuchel untuk mencoretnya dari skuat tim nasional Inggris baru-baru ini telah memberinya motivasi membara. Motivasi baru ini muncul di saat yang tepat bagi The Villans yang bersiap menghadapi Nottingham Forest di leg pertama semifinal UEFA Europa League malam ini.
Watkins secara mengejutkan ditinggalkan dari skuat Three Lions untuk laga persahabatan melawan Uruguay dan Jepang bulan lalu. Mengingat ia adalah pahlawan semifinal Euro 2024, banyak pihak menganggap posisi pemain berusia 30 tahun itu aman untuk Piala Dunia 2026. Namun, penurunan performa di awal musim membuat tempatnya direbut oleh Dominic Calvert-Lewin dan Dominic Solanke sebagai pelapis Harry Kane, sebuah kenyataan pahit yang kini ia jadikan bahan bakar.
Pembuktian Diri
Berbicara dalam konferensi pers menjelang keberangkatan tim ke City Ground, Watkins mengungkapkan bagaimana perasaan tidak terpilih tersebut mengubah mentalitasnya.
"Tidak ada yang suka tidak masuk dalam skuad Inggris. Itu selalu memberi Anda semangat untuk membuktikan kemampuan Anda dan membuktikan orang-orang salah," kata Watkins.
Baca juga: Penebusan Emery, Jadikan Kegagalan Masa Lalu Bahan Bakar Aston Villa
"Saya bertekad untuk menunjukkan kepada orang-orang apa yang bisa saya lakukan, mengubah performa saya, dan saya merasa telah melakukannya. Kita lihat saja di akhir musim nanti.
Eksperimen Tuchel yang lebih memilih opsi lain sempat membuat peluang Piala Dunia Watkins terlihat terancam. Namun, sang striker merespons dengan cara terbaik: mencetak lima gol dalam lima pertandingan terakhirnya, termasuk peran krusial dalam menyingkirkan Bologna di perempat final.
Ditambah eksperimen gagalnya eksperimen untuk memanggil Calvert-Lewin dan Solanke, membuat peluang Watkins untuk kembali ke skuad The Three Lions meningkat.
"Saya berbicara dengannya [Tuchel] sebelum pengumuman skuad. Saya pikir itu adil, performa saya tidak sesuai standar, jadi saya tidak menyimpan dendam atau apa pun terhadapnya,” tambahnya.
"Saya tidak bermain dengan performa terbaik saya. Apa yang dia katakan kepada saya bersifat pribadi, saya menyimpannya... Saya pikir saya membutuhkan waktu istirahat untuk membangkitkan kembali semangat saya dan menggunakannya sebagai motivasi, dan saya pikir itu pasti telah membantu saya."
Misi Mengakhiri Dahaga Trofi
Bagi Watkins, semifinal ini bukan sekadar tentang statistik pribadi atau ambisi internasional. Ini adalah kesempatan untuk mengangkat trofi mayor pertamanya bersama Villa, sebuah pencapaian yang sangat ia idamkan.
“Saya rasa fakta bahwa kami telah bermain sangat baik, kami selalu mencapai tonggak sejarah baru setiap tahunnya,” ujarnya. “Tapi ini, saya rasa, pasti akan menjadi musim terbaik jika kami bisa melakukan itu dan mengamankan tempat di Liga Champions.
“Perasaan saat kami lolos ke Liga Champions beberapa tahun lalu sungguh luar biasa, tetapi untuk mengangkat trofi, secara pribadi, saya belum pernah melakukannya. Saya tahu ada beberapa pemain yang telah memenangkan berbagai trofi di ruang ganti dan saya sangat iri kepada mereka karena ketika Anda melihat ke belakang, Anda ingin memenangkan sesuatu.
Baca juga: Ollie Watkins Kirim Pesan Tegas ke Thomas Tuchel Usai Villa Bantai Bologna
“Itu adalah sesuatu yang selalu saya perjuangkan dan saya selalu gagal, baik itu bersama klub atau bersama timnas Inggris, dan itu adalah sesuatu yang terus saya perjuangkan.”
Menuju Duel Midlands
Dengan 15 gol dari 48 penampilan di semua kompetisi musim ini, Watkins mungkin tidak setajam seperti musim-musim sebelumnya, namun pengaruhnya dalam sistem permainan Emery tetap tak tergantikan. Kecepatannya dalam transisi akan menjadi senjata utama Villa untuk membongkar pertahanan Forest yang diprediksi akan bermain rapat di kandang.
Pertandingan di City Ground malam ini akan menjadi panggung pembuktian apakah motivasi yang dirasakan Watkins mampu membakar pertahanan lawan dan membawa Aston Villa selangkah lebih dekat ke final di Istanbul.