Kutukan 16 Tahun Sirna: Spanyol Lumat Austria 3-0 dan Segel Tiket Babak 16 Besar
Spanyol resmi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah tampil perkasa melumat Austria dengan skor telak 3-0 di Los Angeles Stadium. Dua gol dari Mikel Oyarzabal dan satu sundulan mantap Pedro Porro memastikan langkah dominan skuad asuhan Luis de la Fuente, sekaligus menyudahi kutukan fase gugur yang membayangi mereka selama belasan tahun.
Kemenangan meyakinkan di bawah terik matahari California ini menjadi catatan sejarah penting bagi La Roja. Ini adalah kemenangan pertama Spanyol di fase gugur Piala Dunia dalam waktu normal atau perpanjangan waktu, sejak gol legendaris Andrés Iniesta di final Johannesburg 2010 silam. Enam belas tahun penantian penuh drama akhirnya tuntas dalam waktu 90 menit lewat performa yang mendekati sempurna.
Dominasi Total Sejak Menit Awal
Sejak peluit pertama dibunyikan, Spanyol langsung memegang kendali penuh permainan dengan mencatatkan 65% penguasaan bola. Trio lini tengah yang dikomandoi Rodri, Pedri, dan Dani Olmo sukses mendikte tempo permainan dan membuat strategi menekan ketat ala Ralf Rangnick sama sekali tidak berkembang.
Spanyol sebenarnya sempat bersorak lebih awal ketika Marc Cucurella menyarangkan bola memanfaatkan situasi sepak pojok. Namun, setelah intervensi VAR, wasit menganulir gol tersebut karena menilai bek muda Pau Cubarsí berada dalam posisi yang mengganggu pergerakan kiper Austria, Alexander Schlager.
Baca juga: De la Fuente Semprot Pengkritik Usai Spanyol Gilas Arab Saudi 4-0
Meski demikian, mentalitas juara Spanyol tidak goyah. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Berawal dari visi jenius Pedri yang melihat pergerakan bebas Cucurella di sisi kiri, bek Chelsea tersebut kemudian melepaskan umpan silang mendatar yang sangat terukur. Mikel Oyarzabal yang berada di posisi tepat langsung menyontek bola ke pojok bawah gawang Austria. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, setelah sebelumnya tendangan bebas melengkung Álex Baena hanya membentur mistar gawang.
Gol Perdana Porro dan Rekor Sejarah Dua Remaja
Memasuki babak kedua, Rangnick mencoba menambah daya gedor Austria dengan memasukkan striker jangkung Saša Kalajdžić. Namun, kokohnya struktur pertahanan Spanyol membuat perubahan taktik tersebut menjadi sia-sia.
Laga praktis berakhir bagi Austria pada menit ke-66. Melalui skema operan pendek yang rapi, Baena mengirimkan umpan lambung manja ke jantung pertahanan lawan. Bek kanan Pedro Porro berlari dari lini kedua dan melepaskan sundulan tajam yang merobek jala Austria, sekaligus menandai gol internasional pertamanya untuk tim matador.
Baca juga: Spanyol Mengamuk, Arab Saudi Luluh Lantak 4-0
Selain papan skor, sejarah baru juga tercipta di lapangan hijau. Dengan memasang Lamine Yamal dan Pau Cubarsí sejak menit awal, Spanyol menjadi tim pertama yang memainkan dua pemain di bawah usia 20 tahun sebagai starter di laga fase gugur Piala Dunia, menyamai catatan Brasil saat memainkan Pelé dan José Altafini pada tahun 1958. Yamal, yang tampil eksplosif di sisi sayap, berkali-kali merepotkan pertahanan Austria dan hampir mencetak gol jika tendangannya tidak dihalau di garis gawang oleh David Alaba.
Penutup yang Sempurna
Menjelang laga usai, Spanyol memberikan pukulan terakhir. Pada menit ke-89, Cucurella kembali melepaskan umpan matang dari sisi kiri yang berhasil diselesaikan dengan dingin oleh Oyarzabal untuk mencetak gol keduanya malam itu, sekaligus menegaskan keunggulan menjadi 3-0.
Di lini belakang, kiper Unai Simón yang tampil tenang di bawah mistar sukses mencatatkan clean sheet kelima berturut-turut bagi Spanyol di turnamen ini, mencetak rekor pertahanan terbaik dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.
Dengan hasil krusial ini, Spanyol akan langsung terbang ke Dallas untuk melakoni laga babak 16 besar pada 7 Juli mendatang. Mereka kini tinggal menunggu pemenang dari duel sengit antara Portugal melawan Kroasia. Jika performa luar biasa ini terus dipertahankan, sang juara Eropa jelas mengirimkan sinyal bahaya bagi siapa pun lawannya.