Hancurkan Austria 2-0, Messi Bawa Argentina Lolos Grup dan Pecahkan Rekor Gol
Kapten timnas Argentina, Lionel Messi, mengukir sejarah emas di Stadion Dallas setelah mencetak dua gol untuk membawa timnya menang 2-0 atas Austria, Selasa (23/6) dini hari WIB. Kemenangan ini tidak hanya memastikan sang juara bertahan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, tetapi juga menobatkan Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah turnamen ini.
Dengan tambahan dua gol tersebut, megabintang berusia 38 tahun ini kini telah mengoleksi 18 gol di Piala Dunia, melampaui rekor legenda Jerman, Miroslav Klose (16 gol). Skuad Albiceleste pun sukses mengamankan tiket fase gugur dengan satu laga tersisa di fase grup.
Bangkit dari Kegagalan Penalti
Laga sejatinya tidak dimulai dengan mulus bagi sang juara bertahan. Baru enam menit berjalan, Argentina mendapat hadiah penalti setelah VAR menyatakan bek Austria, Stefan Posch, melanggar Lautaro Martínez di dalam kotak terlarang.
Namun, ribuan pendukung Argentina sempat terbungkam ketika eksekusi penalti Messi justru melebar dari gawang Alexander Schlager.
Baca juga: Scaloni Tak Terkejut Lagi dengan Magis Messi Usai Hat-trick Kontra Aljazair
Austria yang menerapkan strategi pressing ketat ala Ralf Rangnick memanfaatkan momentum ini untuk menekan balik. Lini tengah mereka yang dipimpin Konrad Laimer sukses mengganggu aliran bola Argentina dan membuat frustrasi anak asuh Lionel Scaloni selama setengah jam pertama.
Namun, momen magis yang dinanti akhirnya tiba pada menit ke-38. Bek kiri Facundo Medina melepaskan umpan silang mendatar ke tepi kotak penalti. Thiago Almada melakukan trik tipuan cerdik dengan membiarkan bola lewat, yang langsung disambar oleh tendangan mendatar kaki kiri Messi ke pojok bawah gawang. Skor berubah 1-0, dan rekor gol ke-17 Messi di Piala Dunia pun tercipta.
Tembok Kokoh Meredam Tekanan Austria
Memasuki babak kedua, Austria menolak menyerah. Rangnick memasukkan penyerang veteran Marko Arnautović dan Patrick Wimmer untuk meningkatkan intensitas serangan fisik. Sacha Kalajdžić dan Marcel Sabitzer beberapa kali memberikan ancaman nyata, namun duet bek tengah Cristian Romero yang kemudian digantikan Nicolás Otamendi dan Lisandro Martínez tampil tanpa cela di lini belakang.
Ketika lini pertahanan berhasil ditembus, penjaga gawang Emiliano "Dibu" Martínez menunjukkan kelasnya dengan mengomandoi area penalti dengan sangat tenang demi menjaga gawangnya tetap perawan.
Baca juga: Messi Emosional, Ungkap Hari-Hari Sulit di Balik Hat-trick Bersejarah
Melihat momentum yang mulai bergeser, Scaloni merespons dengan memasukkan tenaga baru seperti Julián Álvarez dan Nicolás González. Langkah ini diambil untuk mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan lini belakang Austria yang mulai keluar menyerang demi menyamakan kedudukan.
Sang Kapten Mengunci Kemenangan
Saat laga memasuki menit kelima masa injury time, Austria mengerahkan seluruh pemainnya ke depan. Strategi berisiko tinggi ini justru menjadi bumerang mematikan bagi tim Eropa tersebut.
Messi yang menyisir sisi kanan memberikan umpan matang kepada Julián Álvarez. Namun tembakannya masih bisa diamankan Schlager. Bola liar jatuh ke Messi, yang kemudian melepaskan tembakan yang masih membentur pertahanan lawan, untungnya percobaan kedua mampu memastikan kemenangan 2-0, sekaligus mencetak gol ke-18 miliknya.
"Kami sudah memberikan banyak kegembiraan kepada orang-orang, tetapi kami akan mencoba memberikan lebih banyak lagi," kata Messi. "Yang penting adalah lolos, memenangkan semua pertandingan selalu ada dalam rencana kami.
“Seluruh grup ini menjalani ini dengan penuh kebahagiaan. Ketika kami berkumpul, kami menikmati kebersamaan, berkompetisi, berlatih, menjalani hari demi hari, dan bertemu orang-orang seperti ini."
Dengan koleksi sempurna enam poin dari dua laga pembuka setelah sebelumnya melumat Aljazair 3-0, Argentina kini nyaman di puncak klasemen Grup J.