Juara bertahan Argentina sukses membuka Piala Dunia 2026 mereka dengan kemenangan telak 3-0 atas Aljazair dalam laga pembuka Grup J di Kansas City Stadium, Rabu (17/6). Tiga gol kemenangan tim berjuluk La Albiceleste diborong habis oleh sang kapten, Lionel Messi, yang tampil kesetanan dengan mencetak hat-trick gemilang.

Pertandingan ini menjadi panggung pembuktian yang bersejarah bagi Messi. Tepat 20 tahun setelah debutnya di Piala Dunia 2006, pemain berusia 38 tahun tersebut menandai penampilannya yang ke-200 bersama tim nasional dengan torehan hat-trick pertamanya di ajang ini. Tambahan tiga gol ini juga membuat Messi menyamai legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan total 16 gol.

Kejutan Aljazair yang Digagalkan VAR

Aljazair sebenarnya memberikan perlawanan sengit di awal laga dan menolak untuk sekadar menjadi pelengkap. Mereka bahkan sempat mengejutkan publik Kansas City pada menit kesembilan ketika Farès Chaïbi berhasil membobol gawang Emiliano Martínez. 

Namun, kegembiraan tim berjuluk The Fennec Foxes tersebut sirna setelah peninjauan VAR yang cukup lama membatalkan gol karena posisi offside yang sangat tipis.

Baca juga: Pulih dari Cedera, Messi Siap Habis-Habisan Bersama Argentina di Piala Dunia 2026

Selamat dari ancaman awal, Argentina langsung mengambil alih kendali. Pada menit ke-17, Messi memecah kebuntuan lewat aksi individu berkelas. Menerima umpan di sepertiga akhir lapangan, ia mengecoh bek lawan dengan gerak tipu khasnya sebelum melepaskan tembakan melengkung kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras tanpa bisa dijangkau oleh penjaga gawang Aljazair, Luca Zidane,  putra dari legenda Prancis, Zinedine Zidane. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Dominasi Babak Kedua dan Pesta Gol

Memasuki babak kedua, tempo permainan Argentina semakin sulit diredam oleh lini pertahanan Aljazair. Pada menit ke-60, berawal dari kombinasi apik Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister, Mac Allister melepaskan sepakan keras dari jarak 25 meter. Luca Zidane berhasil menepis bola, namun bola muntah langsung disambar dengan cepat oleh Messi untuk menggandakan keunggulan.

Puncak magis Messi tercipta pada menit ke-76 lewat skema serangan balik yang sangat rapi. Setelah melakukan kerja sama satu-dua yang cepat di tepi kotak penalti, Messi dengan tenang melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh yang membuat Zidane mati langkah.

Baca juga: Messi Kembali, Argentina Gilas Islandia 3-0

Setelah hat-trick terk unci dan sejarah baru tercipta, pelatih Lionel Scaloni langsung menarik keluar sang kapten untuk digantikan oleh pemain muda Nico Paz, memberikan kesempatan bagi seluruh isi stadion untuk memberikan standing ovation yang bergemuruh.

Lewati Masa-Masa Sulit

Messi tampak emosional saat merayakan golnya tersebut. Ia mengungkapkan telah melelawti masa-masa sulit untuk mencapai titik ini. "Mengapa saya menangis? Itu sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan sepak bola," kata Messi setelah pertandingan. 

"Saya melewati beberapa hari yang sulit, tetapi saya berterima kasih kepada seluruh delegasi dan rekan-rekan setim saya karena mereka selalu berada di sisi saya, memberi saya banyak kekuatan untuk membantu saya melewatinya."

Pelatih Lionel Scaloni pun kehabisan kata-kata pujian untuk kaptennya. "Saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan Leo. Apa yang bisa saya katakan? Dia luar biasa," ujar Scaloni. 

"Ini bukan tentang membayangkan [jika dia bisa memulai seperti ini]. Dia telah melakukan ini selama 20 tahun. Orang-orang yang menonton sepak bola ingin melihatnya, bukan hanya orang Argentina. Di luar hasil pertandingan, kita harus menikmati penampilannya. Apa yang dia sampaikan kepada dunia sungguh luar biasa. “Selama Leo mau, dia akan menjadi yang terbaik; dia telah melakukannya di setiap pertandingan selama 20 tahun. Sangat menyenangkan menontonnya, bagi siapa pun yang mencintai sepak bola. Dia adalah sesuatu yang sulit dijelaskan."

Dengan hasil ini, Argentina langsung memuncaki klasemen sementara Grup J. Penampilan impresif Messi seolah mengirimkan pesan tegas kepada para pesaing bahwa sang juara bertahan belum siap melepaskan mahkota mereka di tanah Amerika Utara.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!