Wembley Stadium menjadi saksi bisu runtuhnya salah satu kekuatan sepak bola Eropa semalam. Dalam laga uji coba internasional terakhir sebelum pengumuman skuad Piala Dunia 2026, Jepang berhasil menumbangkan Inggris dengan skor tipis 1-0. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah sebuah negara Asia mampu menundukkan the Three Lions di tanah mereka sendiri.

Gol tunggal dari bintang Brighton & Hove Albion, Kaoru Mitoma, pada menit ke-23 sudah cukup untuk memberikan kekalahan kedua bagi Thomas Tuchel sejak menjabat sebagai nakhoda Inggris. Bagi Hajime Moriyasu, hasil ini adalah pernyataan tegas bahwa Jepang kini telah berevolusi menjadi kekuatan elite global yang siap meledak di panggung dunia musim panas mendatang.

Efisiensi Mematikan Kaoru Mitoma

Inggris sebenarnya mendominasi penguasaan bola di awal laga. Namun, penguasaan bola tanpa penyelesaian akhir yang tajam terbukti menjadi bumerang. Petaka bagi tuan rumah berawal dari kesalahan Cole Palmer yang kehilangan bola di area pertahanan Jepang.

Baca juga: Tuchel Bela Pemain Terkait Gelombang Pengunduran Diri dari Skuad Inggris

Melalui skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas mereka, Keito Nakamura menyisir sisi kiri sebelum melepaskan umpan tarik mendatar yang presisi. 

Mitoma, yang berlari tanpa kawalan, dengan dingin menyontek bola ke pojok bawah gawang Jordan Pickford. Keheningan seketika menyelimuti 79.233 penonton di Wembley, kecuali di sudut tribun yang ditempati sekitar 7.000 pendukung fanatik Jepang yang bersorak histeris.

Eksperimen Tuchel yang Berakhir Buntu

Tanpa kehadiran sang kapten Harry Kane yang mengalami cedera saat latihan, Thomas Tuchel mencoba bereksperimen dengan menempatkan Phil Foden sebagai False Nine. 

Meski Foden dan Cole Palmer sempat menunjukkan kombinasi apik, mereka gagal menembus lini pertahanan Jepang yang dikomandoi dengan sangat disiplin oleh kiper Zion Suzuki.

Peluang terbaik Inggris datang melalui Elliot Anderson yang tendangan melengkungnya membentur mistar gawang, serta sundulan Harry Maguire di menit-menit akhir yang secara heroik disapu bersih tepat di garis gawang oleh Yukinari Sugawara. 

Saat peluit panjang berbunyi, sorakan ejekan dari pendukung tuan rumah menggema, mencerminkan rasa frustrasi publik Inggris atas performa tim yang dianggap lesu dan kurang kreativitas.

Baca juga: Delapan Pemain Tinggalkan Kamp Inggris Jelang Hadapi Jepang

Sinyal Bahaya bagi Raksasa Dunia

Kemenangan ini memperpanjang catatan impresif Jepang menjadi lima kemenangan beruntun, termasuk kemenangan bersejarah atas Brasil pada Oktober lalu. 

Bagi Moriyasu, hasil di Wembley adalah bukti bahwa timnya tidak lagi sekadar menjadi pelengkap di turnamen besar.

Sebaliknya, bagi Thomas Tuchel, kekalahan ini memberikan sakit kepala hebat. Dengan tenggat waktu pendaftaran skuad Piala Dunia yang semakin dekat, sang manajer kini dihadapkan pada pertanyaan besar mengenai kedalaman skuadnya, terutama saat harus bermain tanpa ketergantungan pada sosok Harry Kane.

"Tentu saja ini menyakitkan. Selalu menyakitkan untuk kalah, dan kalah di kandang sendiri sangat menyakitkan," kata Tuchel.

"Kami dihukum karena hal yang tidak terlalu penting, hanya karena satu serangan balik di babak pertama. Kami membutuhkan pertandingan seperti ini, kami tahu ini lawan yang tangguh, beberapa pemain kami tidak tersedia. Formasi baru lagi, kami mencoba berbagai hal, dan kami perlu belajar."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!