Pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso, tidak menutupi rasa lega sekaligus ketegangannya setelah Azzurri berhasil menjinakkan perlawanan gigih Irlandia Utara dengan skor 2-0 pada Jumat (27/3) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa Italia ke partai final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026, selangkah lagi menuju akhir dari penantian 12 tahun yang menyakitkan.

Bermain di New Balance Arena, Italia sempat dibuat frustrasi oleh disiplinnya pertahanan tim asuhan Michael O'Neill sepanjang babak pertama. Kebuntuan baru pecah di menit ke-56 melalui tendangan voli Sandro Tonali, sebelum Moise Kean memastikan kemenangan sepuluh menit jelang bubar.

Pengakuan Jujur sang Allenatore

Usai laga, Gattuso yang dikenal dengan kejujurannya yang blak-blakan, mengakui bahwa tekanan mental karena kegagalan di dua edisi Piala Dunia sebelumnya sempat menghantui anak asuhnya.

Baca juga: Kalahkan Irlandia Utara 2-0, Italia Selangkah Lagi Menuju Piala Dunia 2026

“Ini perjuangan yang berat, sama sekali tidak mudah. ​​Mereka bahkan mengejutkan kami, mencoba melakukan umpan vertikal, kami seharusnya bisa bermain lebih baik,” kata Gattuso kepada RAI Sport.

“Konsentrasi kami kurang, Locatelli terlalu mundur, kami tidak mengembangkan permainan dengan benar atau sesuai dengan persiapan kami, tetapi kami bermain bagus, dan itu tidak boleh dianggap enteng.

“Kami terlalu lambat, Locatelli terdesak ke belakang, tetapi kami menggerakkan bola lebih cepat setelah jeda, dan sekarang kami harus memainkan final.

Gattuso juga menyoroti bagaimana timnya sempat kehilangan arah dalam membangun serangan di 45 menit pertama, namun ia memuji konsentrasi para pemainnya yang tidak goyah meski ditekan ekspektasi publik Bergamo.

“Ketegangan yang kami rasakan sama dengan yang dirasakan tim lawan. Jelas, itu adalah dua tim yang sangat berbeda dan suasana yang berbeda menanti kami, tetapi kami ingin menikmati momen ini sekarang,” tambah Gattuso.

“Kami berterima kasih kepada para penggemar Bergamo sekali lagi, saya mendengar sangat sedikit ejekan, kami masuk ke ruang ganti saat jeda babak pertama disambut tepuk tangan. Saya berterima kasih kepada warga Bergamo dan sekarang kami akan bersama-sama menuju final ini.”

Tonali dan Kean Jadi Pahlawan

Sandro Tonali muncul sebagai sosok sentral dalam kemenangan ini. Gelandang Newcastle United tersebut tidak hanya memecah kebuntuan, tetapi juga memberikan assist untuk gol kedua yang dicetak Moise Kean.

Bagi Moise Kean, gol ini memperpanjang catatan impresifnya. Penyerang Fiorentina tersebut kini telah mencetak tujuh gol dalam lima penampilan beruntun untuk tim nasional, sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih oleh legenda Salvatore Schillaci pada Piala Dunia 1990.

Baca juga: Retegui Tegaskan Italia Tak Tertekan Jelang Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026

Menuju Final

Kini, fokus Italia sepenuhnya beralih ke hari Selasa mendatang. Mereka akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina—yang secara dramatis menyingkirkan Wales melalui adu penalti—dalam partai final hidup-mati untuk memperebutkan satu tiket ke Amerika Utara.

Gattuso menegaskan bahwa kemenangan atas Irlandia Utara harus menjadi suntikan moral yang besar. Ia menyerukan persatuan antara tim dan suporter untuk menghadapi tantangan terakhir.

"Sekarang kami pergi bersama-sama ke final ini,” tegas Gattuso. "Ini sulit, kami tahu pertandingan ini juga sulit, jadi sekarang kami harus mencoba mengisi ulang energi.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!