Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Di tengah rumor yang terus memanas mengenai siapa yang akan menakhodai kebangkitan Tim Nasional Italia, Antonio Conte akhirnya angkat bicara. Mantan juru taktik Juventus, Chelsea, dan Napoli tersebut secara tegas membantah klaim yang menyebut dirinya telah dihubungi oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk kembali menduduki kursi kepelatihan Gli Azzurri.
Berbicara dalam kapasitasnya sebagai pandit DAZN Italia menjelang laga final Piala Dunia 2026, Conte memberikan jawaban yang sangat singkat namun padat ketika ditanya apakah para petinggi baru FIGC telah menjajaki ketersediaannya.
"Tidak." Jawab Conte dengan lugas ketika ditanya apakah ada panggilan dari federasi.
Pernyataan ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat media-media lokal Italia dalam beberapa pekan terakhir gencar memberitakan bahwa pria berusia 56 tahun itu menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Gennaro Gattuso menyusul kegagalan Italia melaju ke Piala Dunia.
Meskipun menyatakan belum ada pembicaraan formal, Conte tidak menutup mata terhadap restrukturisasi yang sedang terjadi di tubuh sepak bola Italia. Kehadiran figur-figur kuat seperti Marco Malagò serta kembalinya legenda hidup Paolo Maldini ke jajaran manajemen dianggap Conte sebagai langkah yang sangat positif.
Baca juga: Bantah Rumor Latih Italia, Guardiola Tegaskan Belum Mau Kembali Melatih
“Saya sudah pernah menjadi pelatih Italia dan itu pengalaman yang luar biasa,” kata Conte.
“Saya pikir orang-orang dengan nilai-nilai yang kuat telah ditunjuk untuk memimpin. Kita semua tahu Marco Malagò adalah sosok yang kuat, sementara Paolo Maldini tidak bisa menjauh dari dunia sepak bola. Menurut saya, dia adalah bek Italia terbaik sepanjang masa, tetapi juga berprestasi sangat baik sebagai direktur di Milan.”
Namun, pelatih yang baru saja menyudahi kontraknya dengan Napoli ini memberikan syarat mutlak jika sebuah proyek sepak bola ingin berhasil di tangannya.
“Yang harus saya katakan adalah hal terpenting adalah adanya visi bersama, yang diterima tanpa syarat atau keraguan. Itulah hak istimewa untuk membangun sesuatu yang penting,” tegasnya.
Saat ini, Conte menyandang status bebas transfer setelah sepakat mengakhiri kerja samanya dengan Napoli lebih cepat. Selama dua tahun di Naples, ia sukses mempersembahkan gelar Scudetto pada musim pertamanya dan finis di posisi kedua pada musim berikutnya di tengah badai cedera.
Conte mengaku saat ini ia hanya ingin beristirahat dan memulihkan energinya bersama keluarga.
“Saya merasa rileks, dua tahun yang luar biasa di Napoli telah memberi saya banyak kegembiraan dan kepuasan, memberikan banyak hal bagi saya secara pribadi,” tambah Conte.
Baca juga: Capello Yakin Maldini Bangkitkan Italia dan Tolak Mancini Jadi Pelatih
“Napoli telah memberi saya begitu banyak. Sekarang saya menikmati liburan dan waktu bersama keluarga saya. Saya adalah orang yang menghabiskan banyak energi saat bekerja, jadi saya menyadari bahwa terkadang saya perlu istirahat dan memulihkan diri.
“Saya sangat senang dengan bagaimana dua tahun saya di Napoli berjalan, sekarang saya bisa beristirahat dan menonton sepak bola sambil menunggu kemungkinan situasi dan perkembangan selama tahun ini.”
Selain membahas masa depannya, Conte juga menyempatkan diri memuji mantan anak asuhnya di Tottenham Hotspur, Cristian 'Cuti' Romero, yang tampil impresif bersama Argentina di Piala Dunia 2026. Di mata Conte, bek tengah tersebut kurang mendapat apresiasi yang layak.
“Penampilannya di Piala Dunia ini agak diremehkan. Dia menjalani turnamen yang luar biasa, bek terbaik jauh di atas yang lain,” jelas Conte.
Baca juga: Ranieri Siap Mengabdi: "Jika Panggilan Italia Datang, Jawabannya Adalah Ya"
“Dia telah berkembang pesat. Saya membaca bahwa beberapa tim Italia menginginkannya, tetapi saya tidak tahu apakah Tottenham ingin menjualnya… Dia pemain yang tangguh, dan orang Argentina masih bermain sepak bola jalanan, yang merupakan hal positif yang hilang di Italia.”
“Setiap pertandingan adalah antara kau atau aku, jadi mengganggu lawan adalah bagian dari permainan.”
Apakah FIGC akan segera melayangkan panggilan resmi ke ponsel Conte dalam beberapa hari ke depan? Publik sepak bola Italia kini hanya bisa menunggu apakah federasi siap memenuhi standar yang diminta oleh sang allenatore.