Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Como, Cesc Fàbregas, enggan terbuai oleh euforia usai timnya mengukir sejarah manis pada laga debut UEFA Champions League. Kendati membantai wakil Jerman, RB Leipzig, dengan skor telak 4-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, juru taktik asal Spanyol tersebut langsung menebar peringatan agar anak asuhnya tidak cepat merasa puas.
Kemenangan mengesankan tersebut diraih berkat gol-gol dari Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maxi Perrone. Hasil ini menjadikan Como sebagai satu-satunya wakil Italia yang berhasil mengamankan kemenangan pada Matchday 1 fase liga Champions League.
Berbicara kepada media usai pertandingan, Fàbregas menegaskan bahwa rasa bahagia atas hasil bersejarah tersebut hanya boleh dirasakan secara singkat.
Ia meminta seluruh anggota tim untuk segera memindahkan fokus ke kompetisi domestik menjelang laga melawan Parma pada awal pekan depan.
“Saya senang, tetapi itu hanya akan berlangsung selama lima menit, karena setelahnya kami harus bersiap menghadapi Parma pada hari Senin, dan kami membutuhkan energi yang sama seperti malam ini,” ujar Fabregas kepada Sky Sport Italia.
Baca juga: Como 4-1 RB Leipzig: Debut Impresif Como di Liga Champions
“Tentu saja, saya paham ini adalah malam bersejarah bagi kota dan klub ini; ini adalah hadiah yang layak kami terima atas kerja keras luar biasa musim lalu, namun Serie A tetap menjadi target terpenting. Bagaimanapun, kompetisi itulah yang memungkinkan kami kembali ke Liga Champions.
Fàbregas menyoroti pentingnya menjaga kerendahan hati serta stabilitas mental ketika harus membagi konsentrasi di dua kompetisi kasta teratas.
Menurut mantan gelandang Arsenal dan Barcelona tersebut, daya saing tim di liga domestik merupakan kunci utama untuk dapat terus berlaga di panggung Eropa secara berkelanjutan.
“Kami adalah tim muda yang mendapat dorongan semangat dari Liga Champions, tetapi saya akan sangat marah jika kami tidak mengerahkan segalanya di Serie A,” tegasnya.
“Kami harus tetap rendah hati dan mampu tampil prima setiap tiga hari sekali; ini akan menjadi musim yang sangat berat, dan kami harus menjaga mentalitas yang tepat.”
Baca juga: Como Tundukkan Napoli 2-1 di Stadion Diego Armando Maradona
Meskipun Como mendominasi permainan dan mencetak empat gol, Fàbregas sempat melakukan penyesuaian taktis dengan beralih ke skema lima bek di pertengahan babak kedua untuk mengontrol tekanan lawan.
Langkah tersebut diambil guna meredam perubahan formasi Leipzig yang tampil lebih agresif dan mengandalkan keunggulan fisik.
Fàbregas menutup keterangannya dengan mengingatkan bahwa skuadnya masih dalam tahap perkembangan. Banyaknya pemain baru serta kembalinya beberapa pilar utama dari cedera panjang menuntut kesabaran dan kerja keras berkelanjutan agar Como sanggup mempertahankan performa impresif sepanjang musim.