Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bagi sebagian besar liga top Eropa seperti La Liga Spanyol, Serie A Italia, hingga Bundesliga Jerman, periode akhir bulan Desember adalah waktu untuk beristirahat. Berbagai kompetisi tersebut menerapkan jeda musim dingin agar para pemain dapat merayakan liburan bersama keluarga.
Namun, kondisi sebaliknya justru terjadi di Inggris. Di saat liga-liga lain terlelap, Liga Premier Inggris justru memutar roda kompetisinya dalam jadwal yang sangat padat, dan puncaknya selalu terjadi pada tanggal 26 Desember yang dikenal sebagai tradisi Boxing Day.
Mendengar kata "Boxing Day", banyak orang di luar Inggris yang mengira bahwa istilah ini memiliki keterkaitan dengan olahraga adu tinju. Kenyataannya, nama tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan ring tinju maupun sarung tinju.
Istilah ini berakar kuat dari tradisi masyarakat Inggris pada abad ke-19, tepatnya di era Ratu Victoria. Pada masa itu, para pelayan dan pekerja kelas bawah harus tetap bekerja melayani majikan mereka yang kaya raya pada saat perayaan Hari Natal di tanggal 25 Desember.
Baca juga: Pemain yang Meraih Ballon D'or Terbanyak Sepanjang Masa
Sebagai bentuk kompensasi dan ucapan terima kasih, para majikan akan memberikan hari libur kepada pekerja mereka pada keesokan harinya, yakni tanggal 26 Desember.
Para majikan juga akan memberikan sebuah kotak hadiah Natal atau "Christmas box" yang berisi makanan, bonus uang, maupun kado untuk dibawa pulang oleh para pelayan agar bisa dinikmati bersama keluarga mereka. Dari tradisi membuka kotak hadiah inilah nama Boxing Day lahir dan akhirnya ditetapkan sebagai hari libur nasional di wilayah Inggris Raya.
Keterlibatan sepak bola dalam hari libur ini dimulai seiring dengan pembentukan Liga Sepak Bola Inggris pada tahun 1888. Pada pergantian abad tersebut, hari libur nasional adalah sesuatu yang sangat langka bagi masyarakat kelas pekerja.
Karena kondisi rumah kelas pekerja pada masa itu sering kali sesak dan kurang nyaman, hari libur tidak digunakan untuk berdiam diri di rumah, melainkan dimanfaatkan untuk keluar dan berkumpul di acara-acara berskala besar.
Baca juga: Klub dengan Koleksi Trofi Terbanyak di Dunia
Pihak klub sepak bola melihat ini sebagai peluang emas untuk menarik jumlah penonton yang masif. Awalnya, pertandingan sepak bola tidak hanya digelar pada tanggal 26 Desember, tetapi juga pada Hari Natal itu sendiri di tanggal 25 Desember.
Pada era tersebut, pihak penyelenggara liga sengaja mempertemukan dua klub yang berasal dari satu kota atau wilayah yang berdekatan untuk laga derbi lokal selama periode ini.
Tujuannya sangat praktis, yakni agar para pemain dan suporter tidak perlu melakukan perjalanan panjang di tengah musim dingin yang ekstrem dengan infrastruktur transportasi yang masih sangat minim.
Tradisi bertanding di Hari Natal terus bertahan selama puluhan tahun hingga memasuki era 1950-an. Seiring berjalannya waktu, standar hidup masyarakat Inggris mulai meningkat dan perayaan Hari Natal kembali bergeser menjadi acara keluarga yang dirayakan secara hangat di dalam rumah.
Selain itu, berhentinya operasional angkutan transportasi publik pada tanggal 25 Desember membuat para suporter kesulitan untuk pergi ke stadion.
Baca juga: Pencetak Gol Termuda dan Tertua di Piala Dunia
Pertandingan sepak bola di Hari Natal pun mulai ditinggalkan. Laga kasta tertinggi terakhir yang dimainkan pada tanggal 25 Desember terjadi pada tahun 1965 ketika Blackpool mengalahkan Blackburn Rovers dengan skor 4-2.
Sejak saat itu, seluruh panggung perayaan sepak bola di akhir tahun digeser sepenuhnya ke tanggal 26 Desember, menjadikan Boxing Day sebagai agenda sakral yang tidak terpisahkan dari kalender sepak bola Inggris modern.
Karena dilaksanakan di tengah padatnya jadwal dan kondisi kelelahan fisik pemain, pertandingan Boxing Day sering kali menghadirkan hasil yang di luar nalar dan hujan gol yang dramatis.
Salah satu momen paling gila dalam sejarah sepak bola Inggris terjadi pada Boxing Day tahun 1963, di mana tercipta total 66 gol luar biasa yang tersebar hanya dari 10 pertandingan kasta tertinggi pada hari tersebut.
Baca juga: Pemain yang Pernah Memenangkan Liga Champions dengan Klub Berbeda
Hingga detik ini, tradisi Boxing Day telah berevolusi menjadi salah satu produk ekspor komersial paling berharga bagi Liga Premier Inggris. Ketika liga-liga top Eropa lainnya sedang menarik napas panjang, sepak bola Inggris mendapatkan monopoli perhatian dari seluruh penggemar di penjuru dunia.
Hari di mana para pekerja kelas bawah dahulu membuka kotak hadiah mereka dari sang majikan, kini telah bertransformasi menjadi hari di mana dunia membuka mata untuk menyaksikan keajaiban sepak bola murni di tanah Britania.