Bukan Ejekan, Szoboszlai Klarifikasi usai Comeback Irlandia Patahkan Hati Hongaria
Di tengah rasa sakit dan air mata yang mengiringi kegagalan dramatis Hungaria lolos ke Piala Dunia 2026, kapten tim, Dominik Szoboszlai, harus berjuang melawan badai kritik di media sosial. Gelandang Liverpool itu secara tegas membantah tuduhan bahwa ia telah mengejek para pemain atau penggemar Republik Irlandia selama pertandingan kualifikasi yang berakhir dengan kekalahan 2-3 di Puskas Arena.
Hungaria, yang hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan tempat di play-off, dihancurkan oleh hattrick luar biasa dari Troy Parrott, termasuk gol penentu kemenangan di menit ke-90+6. Hasil tersebut membuat Hongaria terlempar dari posisi kedua Grup F, dan mimpi Piala Dunia Szoboszlai sirna.
Gestur Jadi Sorotan
Kontroversi bermula pada menit ke-37. Setelah Barnabás Varga mencetak gol yang membawa Hongaria unggul 2-1, kamera televisi menangkap momen Szoboszlai melakukan selebrasi ke arah pinggir lapangan.
Ia terlihat meletakkan jempolnya di hidung dan menggoyangkan jari-jarinya, gestur yang umum dikenal sebagai bentuk ejekan.
Baca juga: Hat-Trick Troy Parrott di Menit Akhir Bawa Irlandia Lolos Play-off Piala Dunia 2026
Setelah kekalahan menyakitkan tersebut, video selebrasi Szoboszlai menjadi viral di media sosial, dan banyak penggemar Irlandia menuduhnya bertindak sombong dan meremehkan lawan terlalu dini.
Namun, dalam keterangannya pasca-pertandingan, Szoboszlai dengan tegas membantah bahwa gestur itu ditujukan kepada Irlandia.
"Ini hanyalah lelucon konyol antara saya dan rekan-rekan setim di tim nasional, khususnya dengan András Schäfer, Barnabás Varga, dan Péter Szappanos," jelas Szoboszlai.
“Nah, saya bahkan sudah kasih tahu kalian semua nama-namanya. Ini cuma candaan internal kami berempat, dan aku jamin itu. Jika itu ditujukan untuk tim dan penggemar Irlandia, saya akan mengatakannya."
Gagal Lolos Piala Dunia
Ironisnya, kegagalan Hongaria memastikan bahwa Szoboszlai yang akhirnya menangis. Setelah gol penentu Troy Parrott, gelandang berusia 25 tahun itu terlihat sangat terpukul dan tidak mampu menahan air mata saat menyalami para penggemar di tribun.
Momen emosionalnya itu diabadikan kamera dan menjadi kontras pahit dari selebrasi penuh canda yang ia lakukan di babak pertama.
Baca juga: Daftar Lengkap Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia FIFA 2026
Di tengah kehebohan seputar gesturnya, fokus utama sang kapten tetap pada kegagalan tim.
"Masih sulit untuk menerima apa yang terjadi," ujarnya. "Tapi sayangnya kami harus menerimanya dan melanjutkan hidup. Tentu ada alasan mengapa hal ini selalu terjadi pada kami, tetapi kami berusaha mengambil sisi positif dari masa-masa tersulit. Kami punya peluang hingga akhir, kami yakin bisa lolos ke babak playoff."
Meskipun Szoboszlai kini telah mengklarifikasi niatnya, insiden tersebut berfungsi sebagai pengingat pahit tentang bagaimana emosi dan interpretasi dapat berputar balik dalam sepak bola, mengubah candaan internal menjadi bumerang publik dalam waktu kurang dari satu jam.