Babak Gugur Dimulai, Pelatih Senegal Sebut Juara Grup Tak Ada Artinya
Pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menegaskan bahwa performa buruk timnya di fase grup kini sudah tidak berarti apa-apa jelang laga hidup-mati babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia di Seattle Stadium, Kamis (2/7).
Thiaw menyatakan bahwa Singa Teranga telah sepenuhnya melupakan rentetan hasil negatif di awal turnamen dan siap menyongsong babak gugur yang ia sebut sebagai sebuah kompetisi yang benar-benar baru.
Terseok-Seok di Babak Grup
Jalan Senegal ke babak ini adalah salah satu cerita paling luar biasa di turnamen ini. Senegal menjadi tim pertama dalam sejarah yang lolos ke babak gugur Piala Dunia meski kalah di dua laga pembuka mereka.
Baca juga: Bangkit Hingga Juara Grup, Belgia Hadapi Duel Tak Terduga Kontra Senegal
Kekalahan dari Prancis dan Norwegia hampir mengakhiri perjalanan mereka. Tapi kemudian datanglah matchday tiga melawan Irak. Senegal mencatatkan kemenangan 5-0 yang memukau, dan dalam prosesnya menjadi tim Afrika pertama yang mencetak lima gol dalam satu laga Piala Dunia dan lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Bagi Thiaw, keberhasilan lolos dari lubang jarum memberikan momentum psikologis yang masif bagi anak asuhnya. Ia mengingatkan bahwa status juara grup di fase sebelumnya sama sekali tidak menjamin kelolosan sebuah tim ketika tensi pertandingan sudah berubah menjadi sistem gugur, seperti yang dialami beberapa tim besar lainnya.
"Kami wajib memenangkan pertandingan melawan Irak dan sekarang kami sudah lolos," ujar Thiaw.
"Ini adalah kompetisi baru yang akan dimulai dan kami bertekad memenangkan laga ini. Kompetisi yang berbeda dimulai besok, dan bukan berarti jika Anda finis di puncak grup, Anda tidak akan tersingkir."
Evaluasi Lini Pertahanan dan Absennya Mendy
Thiaw menolak anggapan bahwa lini pertahanan Senegal rapuh meskipun mereka kebobolan banyak gol di awal turnamen. Sang pelatih menilai hasil buruk tersebut lebih disebabkan oleh hilangnya konsentrasi pemain pada momen-momen krusial, ketimbang masalah taktik yang mendasar.
Kemenangan besar atas Irak juga menjadi bukti bahwa lini serang Senegal, yang dipimpin oleh semangat juang Sadio Mane, sudah kembali menemukan ketajamannya.
Baca juga: Brace Haaland Loloskan Norwegia ke 32 Besar Usai Tekuk Senegal 3-2
Kendati demikian, tantangan berat harus dihadapi Senegal di sektor penjaga gawang lantaran kiper utama, Edouard Mendy, dipastikan absen akibat cedera yang didapatnya saat melawan Norwegia. Peran di bawah mistar gawang pun akan kembali dipercayakan kepada Mory Diaw.
Di kubu lawan, pelatih Belgia menolak untuk meremehkan posisi Senegal yang hanya lolos lewat jalur peringkat ketiga. Belgia justru mewaspadai potensi kejutan dari sang jawara Afrika yang dinilai memiliki kedalaman skuad berbahaya. Dengan motivasi tinggi untuk mengukir sejarah baru di tanah Amerika, Thiaw optimistis bahwa Senegal yang tampil di babak gugur ini akan menjadi tim yang jauh berbeda.