Aljazair menjaga asa lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Yordania dengan skor 2-1 di Stadion San Francisco Bay Area, Selasa (23/6). Sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama, perubahan taktik jitu dari pelatih Vladimir Petković berhasil membawa skuad Rubah Gurun membalikkan kedudukan. 

Hasil ini sekaligus memastikan Yordania, sang tim debutan, harus angkat koper lebih awal dari turnamen setelah menelan dua kekalahan beruntun di Grup J.

Kejutan Tim Debutan di Babak Pertama

Aljazair sebenarnya mengambil alih kendali permainan sejak peluit pertama dibunyikan, didorong oleh kembalinya playmaker veteran Riyad Mahrez ke dalam starting lineup. 

Mantan bintang Manchester City itu sempat menebar ancaman serius pada 30 menit pertama lewat umpan lambung Hicham Boudaoui, namun reflek gemilang kiper Yordania, Yazeed Abulaila, berhasil menggagalkan peluang emas tersebut.

Baca juga: Hat-trick Bersejarah Messi Bawa Argentina Bungkam Aljazair 3-0

Meskipun Aljazair mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 70 persen, Yordania justru berhasil mencuri keunggulan lewat skema serangan balik cepat yang sangat klinis. 

Pada menit ke-36, kesalahan umpan dari gelandang Aljazair, Ramiz Zerrouki, berhasil dimanfaatkan oleh Aljazair. Tembakan Mousa Al-Tamari yang kurang sempurna kemudian jatuh di kaki Nizar Al-Rashdan, yang dengan ketenangan luar biasa melepaskan tendangan menggunakan luar kaki kanannya hingga meluncur mulus ke dalam gawang untuk membawa Yordania unggul 1-0 hingga turun minum.

Perubahan Taktik Jitu Vladimir Petković

Melihat timnya terancam pulang lebih cepat, Vladimir Petković langsung merespons agresif di awal babak kedua dengan memasukkan Nabil Bentaleb dan striker jangkung Nadhir Benbouali. 

Perubahan ini terbukti sangat jitu karena Aljazair langsung memperagakan permainan menekan dengan garis pertahanan tinggi yang merepotkan lawan.

Gempuran bertubi-tubi Aljazair akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Berawal dari sepak pojok melengkung yang dilepaskan oleh Riyad Mahrez, Nadhir Benbouali berhasil memenangkan duel udara di dalam kotak penalti dan melepaskan sundulan tajam yang tidak mampu dijangkau oleh Abulaila. 

Baca juga: Tim Debutan Yordania Dibekuk Austria 3-1

Setelah kedudukan imbang, mental bertanding Aljazair semakin tak terbendung hingga gol kemenangan yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-82 melalui situasi kemelut di depan gawang. Anis Hadj Moussa mengirimkan umpan silang berbahaya ke dalam kotak penalti yang kemudian disundul oleh Ramy Bensebaini, lalu Amine Gouiri yang berdiri bebas langsung menyambar bola liar tersebut untuk memastikan kemenangan dramatis Aljazair.

Peta Persaingan Grup J

Kemenangan ini membuat persaingan di Grup J menjadi sangat sengit di bawah sang pemuncak klasemen, Argentina, yang sudah mengunci tiket lolos setelah mengalahkan Austria dua gol tanpa balas. 

Skuad Tango memimpin grup dengan raihan enam poin sempurna. Di posisi kedua, Austria mengantongi tiga poin dengan selisih gol nol, tepat di atas Aljazair yang juga mengoleksi tiga poin namun kalah dalam produktivitas selisih gol yakni minus dua. Sementara itu, Yordania terbenam di dasar klasemen tanpa poin dan sudah dipastikan gugur dari turnamen.

Pada laga pamungkas grup nanti, Aljazair akan menghadapi laga hidup-mati melawan Austria untuk memperebutkan satu tiket tersisa menuju babak 32 besar. Bagi Yordania, meskipun perjalanan bersejarah mereka di Amerika Utara harus berakhir tragis, penampilan berani yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen berhasil menuai pujian tinggi dari pencinta sepak bola dunia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!